Selasa, Juni 16, 2026
okebung99
Advertisement
  • HOME
  • HEADLINE
  • KODAM
    • Kodam I /Bukit Barisan
    • Kodam II/ Sriwijaya
    • Kodam III/Siliwangi
    • Kodam Iskandar Muda
    • Kodam IV/Diponegoro
    • Kodam Jaya/Jayakarta
    • Kodam Udayana
    • Kodam V/Brawijaya
    • Kodam VI/Mulawarman
    • Kodam XIII/Merdeka
    • Kodam XII/Tanjungpura
    • Kodam XIV/Hassanudin
    • Kodam XIX/Tuanku Tambusai
    • Kodam XV/Pattimura
    • Kodam XVII/Cendrawasih
    • Kodam XVIII/Kasuari
    • Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
    • Kodam XXI/Radin Inten
    • Kodam XXII/Tambun Bungai
    • Kodam XXIII/Palaka Wira
    • Kodam XXIV/Mandala Trikora
  • BAKAMLA
  • BNN
  • DISPENAD
  • PASUKAN KHUSUS
    • KOPASGAT
    • KOPASSUS
    • KOSTRAD
    • MARINIR
  • PUSPEN TNI
  • TNI AD
  • TNI AL
  • TNI AU
  • UMUM
  • OPINI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • KODAM
    • Kodam I /Bukit Barisan
    • Kodam II/ Sriwijaya
    • Kodam III/Siliwangi
    • Kodam Iskandar Muda
    • Kodam IV/Diponegoro
    • Kodam Jaya/Jayakarta
    • Kodam Udayana
    • Kodam V/Brawijaya
    • Kodam VI/Mulawarman
    • Kodam XIII/Merdeka
    • Kodam XII/Tanjungpura
    • Kodam XIV/Hassanudin
    • Kodam XIX/Tuanku Tambusai
    • Kodam XV/Pattimura
    • Kodam XVII/Cendrawasih
    • Kodam XVIII/Kasuari
    • Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
    • Kodam XXI/Radin Inten
    • Kodam XXII/Tambun Bungai
    • Kodam XXIII/Palaka Wira
    • Kodam XXIV/Mandala Trikora
  • BAKAMLA
  • BNN
  • DISPENAD
  • PASUKAN KHUSUS
    • KOPASGAT
    • KOPASSUS
    • KOSTRAD
    • MARINIR
  • PUSPEN TNI
  • TNI AD
  • TNI AL
  • TNI AU
  • UMUM
  • OPINI
No Result
View All Result
okebung99
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • BAKAMLA
  • BERITA UMUM
  • BNN
  • DISPENAD
  • KODAM
  • PASUKAN KHUSUS
  • PUSPEN TNI
  • TNI AD
  • TNI AL
  • TNI AU
Home PUSPEN TNI

Organisasi Kedokteran Militer di Dunia

by Army My Love
16/06/2026
in PUSPEN TNI
Reading Time: 6 mins read
A A
0

Loading

Oleh: Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes, Sp.OT (K) Hand
Wakapuskes TNI

Kedokteran militer merupakan bidang strategis yang berada di persimpangan antara pelayanan kesehatan, kesiapan operasi, ilmu kedokteran, manajemen bencana, diplomasi kesehatan, dan pertahanan negara. Dalam konteks global, organisasi kedokteran militer tidak hanya bertugas merawat prajurit yang sakit atau terluka, tetapi juga memastikan bahwa kekuatan militer tetap siap menjalankan tugas dalam perang, operasi selain perang, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, misi perdamaian, serta respons terhadap ancaman biologis, kimia, radiologi, nuklir, dan eksplosif.

Di tingkat internasional, International Committee of Military Medicine (ICMM) menjadi salah satu wadah utama yang mempertemukan layanan kesehatan militer dari berbagai negara. ICMM merupakan organisasi antarpemerintah yang berdiri sejak tahun 1921 dan berfungsi sebagai forum global untuk pertukaran ilmu, pengalaman, standar, serta kerja sama di bidang kedokteran militer. ICMM menyelenggarakan kongres dunia dan regional, menerbitkan International Review of the Armed Forces Medical Services, serta bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional seperti WHO, ICRC, WOAH/OIE, dan organisasi profesi lainnya.

Jika ICMM berperan sebagai payung global, maka organisasi kedokteran militer di masing-masing negara memiliki mandat operasional yang lebih langsung. Amerika Serikat, misalnya, memiliki Defense Health Agency dan Military Health System yang bertugas memastikan tersedianya kekuatan medis yang siap operasi dan prajurit yang sehat untuk melaksanakan misi nasional. Sistem ini sangat besar karena melayani sekitar 9,5 juta penerima manfaat, termasuk personel aktif, keluarga, pensiunan militer, dan penyintas, melalui jaringan rumah sakit militer, klinik, dan pelayanan kesehatan sipil yang terintegrasi.

Berita Terkait

Wapang TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Lamongan, Blora, dan Bojonegoro

Wapang TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Lamongan, Blora, dan Bojonegoro

13/06/2026
Sinergi TNI dan Masyarakat Berbuah Manis, Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sinergi TNI dan Masyarakat Berbuah Manis, Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

13/06/2026
Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus Pusat PPAD

Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus Pusat PPAD

12/06/2026
Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

13/06/2026
Wapang TNI Bersama Menhan RI Tinjau Lokasi Industri Strategis dan Yonif TP 938/Pancasona di Jawa Barat

Wapang TNI Bersama Menhan RI Tinjau Lokasi Industri Strategis dan Yonif TP 938/Pancasona di Jawa Barat

13/06/2026
Panglima TNI dan Menhan RI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI

Panglima TNI dan Menhan RI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI

11/06/2026

Australia memiliki Joint Health Command di lingkungan Australian Defence Force. Organisasi ini memberikan pelayanan kesehatan kepada personel ADF, memastikan kesiapan kesehatan prajurit untuk operasi, serta menyiapkan elemen kesehatan yang dapat dikerahkan dalam mendukung operasi. Model Australia menonjol karena menggabungkan pelayanan klinis, kesiapan operasi, dan dukungan kesehatan global di kawasan Indo-Pasifik.

Singapura melalui SAF Medical Corps menempatkan kedokteran militer sebagai bagian penting dari keunggulan operasional. Misinya adalah memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi kepada personel SAF, melindungi kesehatan prajurit, dan mengoptimalkan performa tempur. Sistem ini didukung oleh medical centres, perawatan medan tempur, serta pelatihan melalui SAF Medical Training Institute.

Thailand memiliki tradisi kuat dalam kedokteran militer melalui Royal Thai Army Medical Department dan institusi pendidikan seperti Phramongkutklao College of Medicine. Selain menjalankan pelayanan kesehatan militer, Thailand juga memiliki keterkaitan kuat dengan layanan veteran melalui War Veterans Organization dan Veterans General Hospital, yang memberikan layanan medis bagi veteran, keluarga veteran, mantan prajurit, dan masyarakat umum.

Malaysia mengembangkan layanan kesehatan militernya melalui Health Services Division dan korps kesehatan di lingkungan Angkatan Tentera Malaysia. Pelayanan dilakukan melalui rumah sakit, pusat perubatan, poliklinik, klinik tentera, layanan kesehatan keluarga, serta dukungan lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi kedokteran militer tidak hanya berkaitan dengan operasi tempur, tetapi juga dengan keberlanjutan kesehatan prajurit dan keluarganya.

Inggris memiliki Defence Medical Services (DMS) dengan prinsip populer “fit to fight and fight back to fitness”. DMS memberikan pelayanan kesehatan primer, dental, rehabilitasi, kesehatan okupasi, kesehatan mental, dukungan operasi, pendidikan, dan riset. Keunggulan model Inggris terletak pada integrasi antara tenaga kesehatan militer dan sipil serta hubungan erat dengan NHS dalam mendukung kesinambungan layanan kesehatan personel.

Jerman melalui Bundeswehr Medical Service menekankan pelayanan preventif, terapi, rehabilitasi, kesiapan operasi, ketahanan pasukan, dan dukungan medis bagi personel Bundeswehr di seluruh dunia. Sistem ini tidak hanya melibatkan dokter, tetapi juga dokter gigi, veteriner, farmasis, tenaga kimia pangan, perawat, medics, serta profesi penunjang lainnya.

China memiliki sistem medis militer yang kuat di bawah People’s Liberation Army, termasuk rumah sakit militer, dukungan misi perdamaian, serta kapal rumah sakit seperti Peace Ark dan Silk Road Ark. Kapal rumah sakit Peace Ark telah digunakan dalam berbagai misi kemanusiaan internasional, sedangkan Silk Road Ark dilaporkan sebagai kapal rumah sakit samudra kelas 10.000 ton dengan banyak departemen klinis.

Uni Emirat Arab menampilkan peran yang semakin penting dalam diplomasi kedokteran militer global. Abu Dhabi menjadi tuan rumah 46th ICMM World Congress of Military Medicine pada 9–13 November 2026, yang mempertemukan pemimpin kesehatan militer, peneliti, akademisi, dan praktisi dari lebih dari 120 negara. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi kedokteran militer modern tidak hanya berorientasi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi kesehatan dan kerja sama global.

Dari berbagai contoh tersebut, terdapat satu benang merah penting: kedokteran militer modern tidak mungkin hanya bertumpu pada dokter. Profesi non-dokter seperti perawat, apoteker, dokter gigi, medics, corpsmen, tenaga rehabilitasi, psikolog, radiografer, analis laboratorium, tenaga kesehatan masyarakat, veteriner, teknisi medis, ahli logistik kesehatan, peneliti, dan administrator kesehatan memiliki peran vital. Mereka adalah tulang punggung sistem kesehatan militer, terutama dalam operasi lapangan, evakuasi medik, rumah sakit lapangan, dukungan bencana, pelayanan preventif, dan kesinambungan pelayanan kesehatan.

Peran purnawirawan juga berbeda-beda antarnegara. Di Amerika Serikat, pensiunan militer menjadi bagian besar dari penerima manfaat sistem kesehatan militer. Di Thailand, layanan veteran tampak lebih terstruktur melalui organisasi dan rumah sakit veteran. Di negara lain, purnawirawan umumnya tidak berada dalam rantai komando inti, tetapi tetap dapat berperan sebagai penasihat, mentor, pembina profesi, jejaring alumni, pengajar, atau narasumber strategis. Hal ini penting karena purnawirawan menyimpan pengalaman operasi, pengalaman organisasi, dan memori institusional yang sangat bernilai.

Bagaimana peran kesehatan TNI dalam organisasi kedokteran militer di dunia?

Kesehatan TNI memiliki posisi strategis untuk mengambil peran lebih besar dalam jejaring kedokteran militer dunia. Sebagai negara kepulauan besar dengan pengalaman luas dalam operasi militer perang, operasi militer selain perang, penanggulangan bencana, operasi kemanusiaan, bantuan kesehatan di wilayah terpencil, operasi pandemi, serta dukungan kesehatan dalam misi internasional, Indonesia memiliki modal pengalaman yang sangat relevan untuk dibagikan dalam forum global.

Peran kesehatan TNI dalam organisasi kedokteran militer dunia dapat diarahkan sebagai wadah profesi dokter militer dan profesi kesehatan militer lainnya. Wadah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berhimpun, tetapi juga sebagai ruang pengabdian, pengembangan keilmuan, dan peningkatan profesionalisme. Dokter militer, dokter gigi militer, perawat militer, apoteker militer, tenaga laboratorium, tenaga radiologi, tenaga kesehatan lingkungan, fisioterapis, psikolog, medics, tenaga elektromedik, tenaga logistik kesehatan, serta tenaga administrasi kesehatan harus dilihat sebagai satu ekosistem profesi kesehatan militer.

Dalam melayani pasien, kesehatan TNI dapat memperkuat standar pelayanan berbasis mutu, keselamatan pasien, kesiapsiagaan bencana, dan etika kedokteran militer. Dalam mengembangkan profesi, organisasi kedokteran militer Indonesia dapat menjadi forum pendidikan berkelanjutan, sertifikasi kompetensi, pelatihan lapangan, seminar ilmiah, simulasi bencana, dan pertukaran pengalaman antarangkatan. Dalam mengembangkan ilmu kedokteran militer, organisasi ini dapat mendorong riset tentang trauma tempur, evakuasi medik, kesehatan matra laut, darat, dan udara, biodefense, CBRNE, kedokteran bencana, hospital preparedness, telemedicine militer, artificial intelligence untuk kesehatan pertahanan, serta sistem rumah sakit militer berkelanjutan.

Dengan demikian, kesehatan TNI tidak hanya menjadi pengguna ilmu kedokteran militer, tetapi juga produsen pengetahuan, standar, inovasi, dan praktik baik yang dapat berkontribusi bagi ICMM maupun organisasi kedokteran militer regional.

Bagaimana model rekomendasi strategis organisasi kedokteran militer Indonesia?

Model strategis organisasi kedokteran militer Indonesia sebaiknya dibangun dengan prinsip integratif, profesional, lintas matra, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global. Organisasi ini dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh profesi kesehatan militer Indonesia, baik dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, maupun unsur kesehatan pertahanan lainnya.

Model rekomendasi yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut. Kapuskes TNI ex-officio menjadi Ketua Umum organisasi kedokteran militer Indonesia. Posisi ini penting untuk menjamin keselarasan organisasi dengan kebijakan kesehatan TNI, kepentingan pertahanan negara, dan hubungan internasional di bidang kedokteran militer.

Ketua Umum dibantu oleh Ketua I, Ketua II, dan Ketua III yang dijabat secara ex-officio oleh Kapuskesad, Kapuskesal, dan Kapuskesau. Struktur ini mencerminkan prinsip joint, integrasi lintas matra, dan keseimbangan representasi organisasi kesehatan dari tiga angkatan. Dengan demikian, isu kesehatan darat, laut, udara, rumah sakit statis, rumah sakit bergerak, rumah sakit kapal, rumah sakit lapangan, kesehatan penerbangan, kesehatan penyelaman, serta kesehatan operasi gabungan dapat terakomodasi secara proporsional.

Selanjutnya, diperlukan Sekretaris Jenderal yang dipilih secara aklamasi melalui rapat umum anggota untuk masa kepengurusan 2–3 tahun. Mekanisme aklamasi dapat menjaga suasana kolegial, menghindari fragmentasi, dan memastikan figur Sekjen memiliki legitimasi moral serta dukungan luas dari anggota. Sekjen berperan sebagai motor administrasi, koordinasi program, penghubung antarbidang, serta penggerak kegiatan ilmiah dan organisasi.

Pengurus harian disusun bersama oleh Ketua Umum, Ketua I, Ketua II, Ketua III, dan Sekjen. Pengurus harian dapat mencakup bidang organisasi, pendidikan dan pelatihan, riset dan publikasi, kerja sama internasional, etik dan hukum kedokteran militer, pengabdian masyarakat, kesehatan operasi, kedokteran bencana, CBRNE/biodefense, rumah sakit militer, profesi non-dokter, serta hubungan purnawirawan.

Model ini akan menjadikan organisasi kedokteran militer Indonesia sebagai organisasi yang kuat secara struktural, inklusif secara profesi, dan relevan secara strategis. Organisasi ini juga dapat menjadi mitra resmi dalam membangun hubungan dengan ICMM, ACMM, ASEAN military medicine network, WHO, ICRC, akademisi, rumah sakit TNI, fakultas kedokteran, dan pusat riset kesehatan pertahanan.

Bagaimana peran purnawirawan kesehatan TNI dalam organisasi kedokteran militer Indonesia?

Purnawirawan kesehatan TNI harus dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi kedokteran militer Indonesia. Mereka bukan hanya mantan pejabat atau mantan praktisi, tetapi sumber pengalaman, nilai, sejarah, jejaring, dan pembelajaran institusional. Banyak purnawirawan kesehatan TNI memiliki pengalaman dalam operasi tempur, operasi kemanusiaan, manajemen rumah sakit militer, pendidikan tenaga kesehatan, riset, diplomasi militer, penanggulangan bencana, dan penanganan krisis kesehatan nasional.

Dalam struktur organisasi, purnawirawan dapat ditempatkan sebagai anggota luar biasa. Status ini memberikan ruang partisipasi tanpa mengganggu rantai komando aktif. Sebagai anggota luar biasa, purnawirawan dapat mengikuti kegiatan ilmiah, memberikan masukan strategis, menjadi narasumber, mendampingi kader muda, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai kedokteran militer.

Selain itu, purnawirawan dapat ditunjuk sebagai Dewan Pakar, Dewan Penasehat, atau bahkan menjadi bagian dari pengurus harian dalam periode masa kepengurusan tertentu. Dewan Pakar dapat memberikan pertimbangan berbasis pengalaman dan keilmuan, misalnya dalam bidang trauma tempur, bedah militer, kesehatan matra, kedokteran bencana, CBRNE, epidemiologi militer, manajemen rumah sakit, dan diplomasi kesehatan. Dewan Penasehat dapat memberikan arah kebijakan, menjaga kesinambungan organisasi, dan membantu membangun jejaring nasional maupun internasional.

Keterlibatan purnawirawan juga penting untuk membangun budaya mentoring. Generasi muda kesehatan TNI membutuhkan pembimbing yang memahami dunia militer, dunia klinis, dunia akademik, dan dinamika organisasi. Dengan demikian, purnawirawan tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga aktor aktif dalam menjaga kesinambungan ilmu, karakter, dan profesionalisme kedokteran militer Indonesia.

Pada akhirnya, organisasi kedokteran militer Indonesia yang ideal adalah organisasi yang menyatukan kekuatan aktif dan purnawirawan, dokter dan non-dokter, klinisi dan manajer, akademisi dan praktisi lapangan, serta kepentingan nasional dan kerja sama global. Dengan model seperti ini, kesehatan TNI dapat semakin berperan dalam dunia kedokteran militer internasional sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan pertahanan Indonesia.

Previous Post

KOREM 023/KS GELAR NOBAR GEMBIRA PIALA DUNIA BERSAMA MASYARAKAT DI TIGA LOKASI

Army My Love

Army My Love

Berita Terkait

Wapang TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Lamongan, Blora, dan Bojonegoro

Wapang TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Lamongan, Blora, dan Bojonegoro

13/06/2026
Sinergi TNI dan Masyarakat Berbuah Manis, Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sinergi TNI dan Masyarakat Berbuah Manis, Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

13/06/2026
Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus Pusat PPAD

Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus Pusat PPAD

12/06/2026
Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

13/06/2026
Wapang TNI Bersama Menhan RI Tinjau Lokasi Industri Strategis dan Yonif TP 938/Pancasona di Jawa Barat

Wapang TNI Bersama Menhan RI Tinjau Lokasi Industri Strategis dan Yonif TP 938/Pancasona di Jawa Barat

13/06/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

RECOMMENDED

Organisasi Kedokteran Militer di Dunia

Organisasi Kedokteran Militer di Dunia

16/06/2026
KOREM 023/KS GELAR NOBAR GEMBIRA PIALA DUNIA BERSAMA MASYARAKAT DI TIGA LOKASI

KOREM 023/KS GELAR NOBAR GEMBIRA PIALA DUNIA BERSAMA MASYARAKAT DI TIGA LOKASI

16/06/2026
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Untuk Menciptakan Situasi Yang Aman Dan Kondusif, Babinsa Laksanakan Komsos Dengan Warga Binaan

    Dandim Bersama Prajuritnya Menerjang Banjir di Medan, Demi Menyelamatkan Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Lulusan US Army Commanding General and Staff College Diamanahkan Jabat Dandim 0201/Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dandim 0201/Medan : Peringatan Isra Mi’raj Tingkatkan Iman dan Ketaqwaan Serta Memperkuat Kecintaan Kepada Rasulullah SAW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yonzipur 1/DD Kerahkan Pasukan dan Alat Berat Bersihkan Longsor di Jalur Tarutung–Sibolga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadir Untuk Rakyat,Siang Malam Prajurit Yon Arhanud 11/WBY Rampungkan Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Bonanlumban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • #22553 (tanpa judul)
  • Babinsa Kelurahan Senayang Dukung Program Penurunan Stunting di wilayah Kabupaten Lingga
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI

© 2025 - PT OKEBUNG KOMANDO SUKSES - TNI SELALU DI HATI - Support by PT INDO DIGITAL NETWORK

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • BAKAMLA
  • BERITA UMUM
  • BNN
  • DISPENAD
  • KODAM
    • Kodam I /Bukit Barisan
    • Kodam II/ Sriwijaya
    • Kodam III/Siliwangi
    • Kodam Iskandar Muda
    • Kodam IV/Diponegoro
    • Kodam Jaya/Jayakarta
    • Kodam Udayana
    • Kodam V/Brawijaya
    • Kodam VI/Mulawarman
    • Kodam XII/Tanjungpura
    • Kodam XIII/Merdeka
    • Kodam XIV/Hassanudin
    • Kodam XIX/Tuanku Tambusai
    • Kodam XV/Pattimura
    • Kodam XVII/Cendrawasih
    • Kodam XVIII/Kasuari
    • Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
    • Kodam XXI/Radin Inten
    • Kodam XXII/Tambun Bungai
    • Kodam XXIII/Palaka Wira
    • Kodam XXIV/Mandala Trikora
  • PASUKAN KHUSUS
    • KOPASGAT
    • KOPASSUS
    • KOSTRAD
    • MARINIR
  • PUSPEN TNI
  • TNI AD
  • TNI AL
  • TNI AU

© 2025 - PT OKEBUNG KOMANDO SUKSES - TNI SELALU DI HATI - Support by PT INDO DIGITAL NETWORK

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.