![]()
Merauke – Kodam XXIV/Mandala Trikora melaksanakan evaluasi program ketahanan pangan (Hanpangan) Yonif TP jajaran periode 2025 hingga 2026 guna mengukur capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah peningkatan kemandirian pangan satuan secara berkelanjutan. Kegiatan yang dipimpin oleh Aster Kasdam XXIV/MT Kolonel Kav Agung Nur Cahyono, S.I.P., M.Tr.(Han) berlangsung di Ruang Trikora Makodam XXIV/Mandala Trikora, Merauke, Papua Selatan, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan mengusung tema “Peningkatan Kemampuan Satuan Bidang Pangan Secara Berkelanjutan Sesuai Tipologi Wilayah Melalui Sinergitas Bersama Masyarakat untuk Mewujudkan Pencapaian Kemandirian Pangan Satuan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan.” Evaluasi diikuti para Danyonif TP jajaran Kodam XXIV/Mandala Trikora yang memaparkan perkembangan program ketahanan pangan di satuan masing-masing.
Dalam arahannya, Kolonel Kav Agung Nur Cahyono menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan internal satuan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi TNI AD dalam mendukung program nasional ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pemberdayaan potensi wilayah.
Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah satuan telah berhasil mengembangkan sektor pertanian melalui budidaya padi, sayuran, dan buah-buahan dengan peningkatan produktivitas yang cukup baik. Upaya tersebut didukung pemanfaatan pupuk organik dan nonorganik, pembangunan sumur bor untuk mengatasi keterbatasan air saat musim kemarau, serta pembukaan lahan baru, pembuatan bedengan, hingga kegiatan pembibitan dan penanaman secara berkelanjutan.
Pada sektor peternakan, evaluasi mencatat bahwa program pengembangan unggas di sebagian besar satuan masih bergantung pada pakan pabrikan. Namun untuk ternak sapi, kambing, dan babi, satuan telah mulai memanfaatkan sumber pakan yang tersedia di lingkungan sekitar sehingga dinilai lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, pada bidang perikanan, beberapa satuan masih menghadapi kendala terkait ketergantungan terhadap pakan pabrikan serta optimalisasi kualitas pembibitan. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya peningkatan produktivitas sektor perikanan ke depan.
Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, Aster Kasdam XXIV/MT menekankan agar seluruh satuan segera memaksimalkan program ketahanan pangan yang telah berjalan serta terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal yang tersedia di wilayah masing-masing.
“Setiap satuan harus mampu berkreasi dan mengembangkan program ketahanan pangan sesuai karakteristik wilayahnya. Potensi lokal harus dimanfaatkan secara optimal agar tujuan kemandirian pangan satuan dapat tercapai,” tegasnya.
Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pengawasan, pengendalian, dan sosialisasi program ketahanan pangan di lingkungan Yonif TP jajaran Kodam XXIV/Mandala Trikora. Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh satuan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga mendukung terwujudnya kemandirian pangan satuan sekaligus memperkuat kontribusi TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pendam XXIV/Mandala Trikora












