![]()
MEDAN|
Tim dosen Program Studi D3 Kebidanan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Implementasi Asuhan Komplementer Terintegrasi: Pemberdayaan Ibu dalam Peningkatan Produksi ASI, Pencegahan Diare, dan Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi-Balita” di PMB Henny Kasih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu dalam merawat bayi dan balita melalui pendekatan kebidanan komplementer yang aman, holistik, dan berbasis edukasi keluarga.
Kegiatan PKM ini menghadirkan tiga dosen sebagai pemateri. Bd. Nuriah Arma, SST, M.Keb membawakan materi tentang pencegahan diare pada bayi dan balita dengan pendekatan kebidanan komplementer. Dalam sesi ini, peserta diberikan edukasi mengenai pengertian diare, penyebab, tanda dan gejala, tanda bahaya dehidrasi, pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat, pentingnya ASI, penggunaan air bersih dan matang, kebersihan MP-ASI, serta cara penanganan awal diare di rumah.
Materi kedua disampaikan oleh Bd. Debby Pratiwi, SST, MKM dengan judul “Asuhan Komplementer pada Bayi dan Balita untuk Peningkatan Tumbuh dan Kembang.” Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pemenuhan gizi sesuai usia, stimulasi perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan emosional, serta deteksi dini apabila terdapat keterlambatan tumbuh kembang.
Materi ini juga menekankan peran asuhan komplementer yang aman, seperti stimulasi sesuai usia, sentuhan lembut, pijat bayi yang tepat, dan dukungan keluarga dalam mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dan balita.
Materi ketiga disampaikan oleh Bd. Nurul Mouliza, SST, MKM dengan topik pemanfaatan kelor untuk membantu memperbanyak produksi ASI. Peserta diberikan edukasi mengenai manfaat daun kelor sebagai pangan lokal bergizi yang dapat mendukung kecukupan nutrisi ibu menyusui. Materi ini juga menekankan bahwa peningkatan produksi ASI perlu didukung oleh teknik menyusui yang benar, frekuensi menyusui yang cukup, asupan gizi seimbang, istirahat, serta dukungan keluarga.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik sederhana. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama pada sesi edukasi pencegahan diare, pemanfaatan kelor untuk ibu menyusui, serta asuhan komplementer pada bayi dan balita untuk mendukung tumbuh kembang.
Melalui kegiatan ini, ibu diharapkan lebih percaya diri dalam memberikan ASI, mencegah diare, mengenali tanda bahaya, serta memberikan stimulasi dan asuhan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pendekatan kebidanan komplementer dalam kegiatan ini diterapkan secara terintegrasi melalui edukasi dukungan menyusui, pemanfaatan pangan lokal seperti kelor, sentuhan lembut atau comfort touch pada bayi, stimulasi tumbuh kembang, pijat bayi yang aman, serta pemberdayaan keluarga. Pendekatan ini tidak menggantikan pelayanan medis, tetapi menjadi pendukung asuhan kebidanan yang berfokus pada kenyamanan ibu dan bayi, peningkatan bonding, serta penguatan peran ibu dalam menjaga kesehatan keluarga.
Kegiatan PKM di PMB Henny Kasih ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara tim dosen, mahasiswa, mitra PMB, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, tim PKM berharap edukasi yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh ibu dan keluarga di rumah. PMB Henny Kasih juga diharapkan dapat menjadi mitra berkelanjutan dalam penguatan promosi kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui pelayanan kebidanan yang promotif, preventif, dan komplementer secara aman.











