![]()
DAIRI – Udara dingin dini hari tak menyurutkan semangat warga Desa Siboras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, untuk menyaksikan laga perempat final Piala Dunia 2026. Bersama Personel Babinsa Koramil 03/Parongil Kodim 0206/Dairi dan perangkat desa, sekitar 25 warga memadati Aula Kantor Desa Siboras pada pukul 03.00 WIB, Jumat dini hari, dalam kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Prancis melawan Maroko yang memanfaatkan fasilitas televisi dan internet desa.
Suasana hangat terasa sejak awal pertandingan dimulai. Di tengah udara pegunungan yang dingin, sebagian warga tampak membawa selimut tebal bahkan menikmati pertandingan sambil duduk dan berbaring bersama. Momen sederhana tersebut justru menghadirkan keakraban yang begitu kuat antara Babinsa dan masyarakat. Canda, tawa, hingga sorakan saat peluang emas tercipta menjadi warna tersendiri sepanjang pertandingan berlangsung.
Laga yang mempertemukan dua tim kuat itu berlangsung sengit dan menghibur. Prancis akhirnya memastikan tiket ke babak semifinal usai menundukkan Maroko dengan skor 2-0. Setiap gol, penyelamatan gemilang, maupun peluang berbahaya disambut antusias para penonton yang larut dalam euforia sepak bola dunia, namun tetap menjaga ketertiban, sportivitas, dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Danramil 03/Parongil, Kapten Inf Hernandez, mengatakan kegiatan nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, momentum seperti ini mampu menghadirkan ruang interaksi yang positif sekaligus memperkuat komunikasi sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana yang penuh keakraban sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kapten Inf Hernandez. Ia berharap kegiatan serupa terus menjadi wadah membangun silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, dan seluruh lapisan masyarakat. (Prajurit Pena)










