![]()
JAKARTA UTARA|
Personel Kodim 0502/JU monitoring Perayaan Hari Koperasi & Pertemuan Nasional Perempuan Miskin Kota Indonesia Jakarta Utara,Sabtu 11 Juli 2026 pukul 10.00 Wib, s.d 17.30 Wib, bertempat di Pasar Hexagon Kampung susun aquarium, Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara.
Kegiatan dihadiri ± 200 orang,sebagai penanggung jawab kegiatan Hendi juga dihadiri Ketua JAPRA Ibu Dharma Diani,
Pendiri UPC Ibu. Wardah Hafidz, Pendiri Multatuli Ibu. Evi Mariani,Direktur Eksekutif ASPPUK Ibu. Emmy Astuti, Pengajar STH Indonesia Ibu. Bivitri Susanti,dan Guru Besar FIB Ibu. Melani Budianta.
kegiatan ini juga menampilkan grup perkusi perempuan Kampung Muka,dan Diskusi publik bertajuk “Koperasi sebagai Gerakan Perlawanan” dengan menghadirkan perwakilan kota-kota peserta, Wardah Hafidz (Founder Urban Poor Consortium), serta dimoderatori Evi Mariani,serta Workshop panel tematik yang terdiri dari Kelompok 1: “Dari Bertahan Hidup Menuju Kemandirian Ekonomi Perempuan” (Emmy Astuti),dan di
Kelompok 2: “Dari Pengalaman Menjadi Kebijakan: Memperkuat Kepemimpinan dan Kemandirian Politik Perempuan” (Bivitri Susanti),untuk Kelompok 3: “Membangun Kekuatan Kolektif: Solidaritas dan Organisasi Perempuan untuk Perubahan Sosial” (dimoderatori Evi Mariani) ,sedangkan Kelompok 4 “Membangun Kesadaran, Merebut Makna: Meneguhkan Kedaulatan Budaya Perempuan” (Melani Budianta).Selain itu ada Sidang pleno penyampaian hasil workshop panel,dan Malam solidaritas yang diisi penampilan peserta dari berbagai kota serta hiburan.
Ketua JAPRA Dharma Diani menyampaikan
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat pada kegiatan Hari Koperasi dan Pertemuan Nasional Perempuan Miskin Kota Indonesia dengan tema “Meneguhkan Kedaulatan Perempuan untuk Keadilan Sosial.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan perkotaan, mulai dari meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, keterbatasan akses terhadap layanan dasar, hingga ancaman terhadap ruang hidup masyarakat, perempuan miskin kota telah menjadi salah satu pilar utama yang menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga dan komunitas. Mereka bukan hanya mengelola ekonomi rumah tangga dan merawat keluarga, tetapi juga membangun solidaritas, mengembangkan usaha bersama, serta berdiri di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Oleh karena itu, perjuangan menuju keadilan sosial tidak dapat dilepaskan dari upaya memperkuat kedaulatan perempuan. Kedaulatan tersebut tercermin dalam kemampuan perempuan untuk menentukan arah hidupnya secara sadar, bebas, dan bermartabat, melalui penguatan kemandirian ekonomi, partisipasi politik, kekuatan kolektif, serta pelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
# Analisis dalam giat Workshop #
a. Isu yang diangkat lebih banyak terkait kebijakan publik mengenai perumahan, hak atas tanah, penataan kawasan, dan perlindungan masyarakat miskin kota.
b. Kegiatan memperkuat solidaritas antarkomunitas serta meningkatkan kapasitas organisasi masyarakat akar rumput.
c. Penguatan peran perempuan berpotensi meningkatkan efektivitas pengorganisasian masyarakat di tingkat kampung.
d. Kegiatan merupakan forum konsolidasi organisasi masyarakat sipil yang bertujuan memperkuat jaringan komunitas miskin kota, khususnya kepemimpinan perempuan.
Dalam kegiatan tidak ditemukan indikasi bahwa kegiatan tersebut menghasilkan seruan aksi massa, tindakan anarkis, ataupun ajakan yang mengarah pada gangguan keamanan. Namun, isu yang diangkat berpotensi menjadi dasar mobilisasi apabila di kemudian hari muncul kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat miskin kota.
Selan itu kegiatan untuk mengidentifikasi isu – isu kebijakan yang berpotensi memicu peningkatan dinamika sosial agar langkah mitigasi dan komunikasi dapat dilakukan secara dini.
Kodim 0502/JU












