![]()
Okebung
Dispen Kormar Situbondo – Komandan Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Danpuslatpurmar) 5 Baluran Letkol Mar Yusman Efendi., M.Tr., Opsla menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke 208 tahun 2026 di alun alun Kabupaten Situbondo. Sabtu, (15/8/2026).

Upacara pada Harjakasi ke 208 kali ini, mengusung tema “Agustus Main ke Situbondo”, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos, Komandan Upacara Danup) Lettu Inf Murkidi ( Kodim 0823 Situbondo) dan selaku Perwira upacara Kepala Dinas Pendidikan Situbondo Sopan Efendi, S.STP., M.Si.

Dalam sambutannya, Bupati Situbondo Yusuf Rio memaparkan perjalanan panjang Situbondo. Mas Rio menyampaikan, pada 15 Agustus 1818, seorang bangsawan asal Sumenep bernama Bambang Soetikno, keponakan Raja Sumenep sekaligus putra dari adik Raja Sumenep, diminta pemerintah Belanda menjadi Bupati pertama Kabupaten Besuki.

Dari masa tersebut, pembangunan awal di wilayah Besuki mulai berkembang. Pada 1858 nama Besuki kemudian berubah menjadi Kabupaten Panarukan. Perubahan itu juga diikuti perpindahan pusat pemerintahan atau pendopo kabupaten dari Besuki menuju pendopo yang berada di wilayah Situbondo.

Selanjutnya, pada 1972, ketika Tahir menjabat sebagai bupati, nama Kabupaten Panarukan resmi berubah menjadi Kabupaten Situbondo.

“Jadi kabupaten ini sudah berubah nama tiga kali. Mungkin satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berubah namanya sampai tiga kali.” kata Bupati Situbondo
Jejak Kabupaten Panarukan pun bukan sejarah singkat. Nama tersebut digunakan selama lebih dari 120 tahun, sejak 1858 hingga 1972. Di tengah perjalanan panjang itu, salah satu warisan pembangunan era kolonial yang disebut masih berdiri hingga kini adalah 11 pabrik gula yang tersebar di wilayah Situbondo.











