![]()
MERAUKE – Aksi cepat prajurit Kodam XXIV/Mandala Trikora (XXIV/MT) berhasil menjinakkan kobaran api yang melanda lahan di sekitar Jalan Poros Tanah Miring, Kampung Kamangi, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (21/8/2026).
Begitu menerima laporan adanya kebakaran, jajaran Kodam XXIV/MT langsung bergerak mengerahkan personel dan kendaraan pemadam kebakaran serta tangki air ke lokasi. Sedikitnya 150 prajurit Brigif TP 83/Bugodi turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas.
Kebakaran pertama kali diketahui Serka Tikno A.Md.Kep., Batih Urdal RST L.B. Moerdani, sekitar pukul 17.15 WIT. Melihat kepulan api dari arah belakang rumah sakit, ia segera melaporkan kejadian tersebut melalui grup komunikasi Kesdam dan selanjutnya kepada petugas Damkar Kodam XXIV/MT.
Respons cepat ditunjukkan jajaran Kodam XXIV/MT. Kendaraan pemadam dan tangki air mulai bergerak hingga tiba di lokasi. Lima belas kendaraan dari sejumlah satuan dikerahkan secara terpadu, termasuk Denmadam XXIV/MT, Brigif TP 83/Bugodi, Denzipur 11/MA, Yonif 757/GV, Yonif TP 802 dan Yonif TP 818.
Berkat gerak cepat dan sinergi personel di lapangan, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kebakaran tersebut diduga akibat pembakaran yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK). Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut. Kecepatan respons prajurit Kodam XXIV/MT menjadi langkah penting dalam mencegah kobaran api meluas dan mengancam fasilitas maupun lingkungan di sekitar RST L.B. Moerdani.
“Kecepatan bertindak di lapangan adalah kunci. Begitu menerima informasi, prajurit harus segera bergerak untuk mencegah api meluas dan memastikan keselamatan masyarakat serta fasilitas di sekitarnya,” demikian penekanan Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., terkait respons cepat jajarannya dalam penanganan kebakaran.
Kodam XXIV/MT menegaskan kesiapsiagaan prajurit dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat, sekaligus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau.










