![]()
LANGSA – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Langsa menggelar Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana dan Kesiapan Penanganan Karhutla Tahun 2026 di halaman Mapolres Langsa, Jalan Veteran Nomor 60, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.30 WIB tersebut diikuti sekitar 250 personel dari berbagai instansi terkait. Apel ini menjadi wujud sinergitas lintas sektoral dalam memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana untuk menghadapi potensi bencana dan Karhutla di wilayah Kota Langsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, S.I.K., Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, S.I.P., Wakapolres Langsa Kompol Yasir, S.E., M.S.M., Danki 2 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh AKP M. Rizaldi, Kasatpol PP dan WH Kota Langsa Ali Musafah, S.E., Sekretaris BPBD Kota Langsa Jauwahir, S.E., M.A.P., serta para pejabat dan unsur terkait lainnya.
Peserta apel terdiri dari personel Polres Langsa, Kodim 0104/Aceh Timur, Kompi 2 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, BPBD Kota Langsa, SAR, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan Kota Langsa.
Dalam amanatnya, Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, S.I.K., selaku Inspektur Apel menekankan pentingnya langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla, terutama pada periode musim kemarau.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, Aceh memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga September 2026 dengan potensi fenomena El Nino kategori lemah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, khususnya pada kawasan lahan kering, gambut, perkebunan, hutan, dan semak belukar.
Kapolres juga menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi, sementara deteksi dini dan penanganan cepat harus menjadi perhatian bersama agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Karhutla bukan hanya persoalan terbakarnya hutan dan lahan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, transportasi, serta kerugian sosial dan ekonomi yang besar,” tegasnya.
Dalam menghadapi potensi tersebut, seluruh pihak diminta untuk mengutamakan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat, memperkuat peran aparat kewilayahan, meningkatkan koordinasi dan soliditas antarinstansi, serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pendukung.
Selain itu, pemetaan wilayah rawan, deteksi dini terhadap titik panas atau hotspot, identifikasi sumber air dan akses menuju lokasi kebakaran, serta kesiapan peralatan komunikasi, kendaraan, dan logistik juga harus terus dioptimalkan.
Kegiatan apel dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Apel sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel dan perlengkapan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana dan Karhutla.
Melalui apel gelar pasukan ini, seluruh unsur diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi serta menangani potensi keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terpadu.
Kehadiran personel Kodim 0104/Aceh Timur dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh instansi terkait dalam menjaga keselamatan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana dan Karhutla.
Dengan kesiapsiagaan, disiplin, kerja keras, dan sinergitas seluruh elemen, diharapkan wilayah Kota Langsa dapat terhindar dari dampak bencana dan mewujudkan kondisi yang aman dari kebakaran hutan dan lahan.










