![]()
YOGYAKARTA|
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) terus memperluas wawasan dan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi pendidikan lintas negara. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Forum Praktik Baik Serumpun” dengan tema “Transformasi Pembelajaran Abad-21: Mengintegrasikan Sains, Teknologi, dan Penguatan Karakter untuk Kesiapan Studi Global” yang digelar di Ruang Multimedia SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, pukul 08.00-12.00 WIB.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari SMA Muhi dan Malaysia serta diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas guru SMA Muhi, tamu dari Malaysia, serta perwakilan sejumlah SMA di sekitar lingkungan sekolah. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Hery Nugroho, M.Pd., menyatakan bahwa SMA Muhi terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui berbagai program inovatif, termasuk membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan dari negara lain. Menurutnya, kerja sama antarnegara tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah secara kelembagaan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menambah wawasan global bagi guru dan murid.

“SMA Muhi terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui berbagai program, termasuk program kolaborasi antarnegara untuk menambah wawasan global guru dan murid,” ujarnya. Kolaborasi semacam ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menempatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan global sebagai kompetensi penting yang perlu dikembangkan peserta didik.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan beragam praktik baik pembelajaran. Pembicara dari SMA Muhi, Khawarizmy Mahfudz, M.Pd.Gr., membahas desain pembelajaran Fisika gerak lurus berbasis eksperimen yang terintegrasi dengan coding Micro:bit. Sementara itu, Meivitasari, S.Pd.Gr., menyampaikan materi tentang mengukur efektivitas game-based learning dalam asesmen pembelajaran. Dari Malaysia, Puan Norhayati Binti Mohd Tahir memaparkan “Setia Edu Living Labb (SELL)”, Puan Hazlina Binti Mansor membahas “IM@S (Inovator Muda @ School)”, sedangkan Azahar Nor Arifin Bin Ahmad menyampaikan “Scope@7 (School Centralised Operations & Performance Enhancement)”.

Berbagai materi tersebut menunjukkan bahwa praktik baik dalam pendidikan dapat hadir dalam beragam bentuk, mulai dari pemanfaatan teknologi dan eksperimen, permainan sebagai media pembelajaran, pengembangan inovasi siswa, hingga penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja sekolah.
Praktik baik pembelajaran pada dasarnya merupakan proses berbagi pengalaman mengenai strategi, metode, pendekatan, atau inovasi yang telah diterapkan dan memberikan dampak positif terhadap proses maupun hasil belajar. Pertukaran praktik baik menjadi semakin penting karena setiap sekolah memiliki pengalaman dan konteks yang berbeda sehingga dapat saling belajar, mengadaptasi, serta mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 
Dalam konteks kolaborasi global, proses tersebut memberikan perspektif yang lebih luas kepada guru mengenai bagaimana pendidikan dikembangkan di negara lain. Guru tidak sekadar memperoleh metode baru, tetapi juga dapat membandingkan pendekatan, mengevaluasi praktik yang selama ini dilakukan, dan menemukan peluang inovasi. Bagi siswa, wawasan global dapat membantu membangun kesiapan menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terhubung secara internasional.
Melalui Forum Praktik Baik Serumpun, SMA Muhi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi. Pertemuan antara pendidik Indonesia dan Malaysia tidak hanya menghasilkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang terbentuknya jejaring kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan pembelajaran. Kolaborasi global memungkinkan sekolah memperkaya pengalaman guru, memperluas perspektif siswa, serta mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada penguatan karakter. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum berbagi gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam praktik pembelajaran di kelas sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan warga sekolah menghadapi tantangan global.

Penanggung jawab berita : yusron Ardi Darmawan M.Pd









