![]()
Pekanbaru – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membutuhkan lebih dari sekadar respons ketika api telah muncul. Kesadaran, kepedulian, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang kuat sejak dari tingkat wilayah.
Sebagai wujud kepedulian terhadap persoalan tersebut, Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad bersama unsur Mabes TNI dan Kodim 0301/Pekanbaru melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru,1 September 2026.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya Karhutla, dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, sosial, serta perekonomian, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa pencegahan harus dimulai sebelum titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Dalam penyuluhan, masyarakat diajak untuk tidak hanya memahami larangan membuka lahan dengan cara membakar, tetapi juga mengenali berbagai alternatif pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini menjadi penting agar upaya pencegahan tidak berhenti pada imbauan, melainkan mampu memberikan solusi yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain itu, kegiatan juga menekankan pentingnya deteksi dini, pelaporan cepat, kesiapan sumber air, patroli terpadu, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitarnya. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait menjadi faktor penting dalam mempersempit ruang terjadinya Karhutla sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Bagi Siswa Dikreg LXVIII Seskoad, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dan akademis karena memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bahwa persoalan Karhutla bukan semata persoalan pemadaman api, melainkan berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, tata kelola, serta ketahanan wilayah.
Kehadiran Siswa Dikreg LXVIII Seskoad bersama Mabes TNI dan Kodim 0301/Pekanbaru juga menjadi bagian dari penguatan komunikasi sosial dengan masyarakat. Melalui pendekatan dialogis dan humanis, kegiatan ini diharapkan dapat membangun rasa memiliki, meningkatkan partisipasi warga, serta menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Sinergi tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung pemerintah dan masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana dan memperkuat kesiapsiagaan wilayah.
*“Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi tentang bagaimana mencegah api itu muncul melalui kepedulian, kesiapsiagaan, dan kebersamaan seluruh komponen masyarakat.”*
Melalui kegiatan ini, diharapkan Kecamatan Payung Sekaki dapat semakin tangguh dalam menghadapi ancaman Karhutla serta mampu membangun sistem pencegahan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Pen Seskoad












