![]()
PAKPAK BHARAT – Suasana santai di sebuah warung kopi di Desa Sibagindar, Kecamatan Pagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, dimanfaatkan Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu Juparman Purba, untuk menyampaikan pesan penting tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan pembinaan teritorial (Binter) melalui komunikasi sosial (Komsos) tersebut berlangsung pada Kamis (3/9/2026).
Bersama warga yang tengah menikmati waktu senggang di warung milik Jodianto Situmorang, Sertu Juparman Purba membangun komunikasi dalam suasana yang akrab dan tidak formal. Menurutnya, warung kopi menjadi salah satu tempat yang efektif untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat, karena warga dapat menyampaikan berbagai informasi maupun persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, Babinsa mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat memasuki kawasan perkebunan dan ladang yang berada di sekitar permukiman. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan asap atau titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. “Pencegahan lebih baik daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas. Karena itu, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan,” pesan Sertu Juparman.
Salah seorang warga, Maladin Berutu, menyambut baik imbauan tersebut. Ia menilai komunikasi langsung seperti yang dilakukan Babinsa membuat pesan tentang bahaya karhutla lebih mudah dipahami masyarakat. “Kami sebagai warga tentu harus ikut menjaga lingkungan. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, sebaiknya segera diinformasikan agar bisa cepat ditangani,” ujarnya.
Terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A.F. Sagala mengatakan, pihaknya terus mendorong para Babinsa untuk aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan Komsos di tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas warga. Menurutnya, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan peran bersama. “Menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan komunikasi yang intensif, diharapkan masyarakat semakin peduli dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” katanya. (Prajurit Pena)









