![]()
Manado — Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., bersama keluarga besar Kodam XIII/Merdeka melaksanakan Salat Istisqa di Makodam XIII/Merdeka, Selasa (15/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan dan keterbatasan air.

Salat Istisqa diikuti Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P., Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, para Pejabat Utama Kodam XIII/Merdeka, para Dansat jajaran Kodam XIII/Merdeka, Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka Ny. Lely Mirza Agus beserta pengurus, serta prajurit, ASN dan ibu-ibu Persit. Turut hadir unsur Forkopimda Sulawesi Utara beserta jajarannya serta masyarakat dalam pelaksanaan doa bersama tersebut.

Bertindak sebagai Imam Salat Istisqa, Ustadz H. Yusnan Yoyatan, S.H.I., M.H.I., sedangkan khatib dalam pelaksanaan ibadah tersebut adalah Prof. Dr. K.H. Ahmad Rajafi, M.A. Dalam khotbahnya, disampaikan pentingnya memperbanyak istighfar, introspeksi diri serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus mengajak seluruh peserta menjadikan kondisi belum turunnya hujan dan keterbatasan air sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri. Menurutnya, umat perlu memperbanyak istighfar, mengakui segala kekhilafan dan dosa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia dan alam.
Pangdam juga mengajak seluruh keluarga besar Kodam XIII/Merdeka untuk dengan penuh kerendahan hati memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, merata, membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat. Doa tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan akibat keterbatasan air.

Sebagai bentuk toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman kehidupan beragama di lingkungan Kodam XIII/Merdeka, pelaksanaan doa bersama juga dilakukan oleh prajurit dan ASN yang beragama Nasrani dan Hindu di tempat ibadah masing-masing. Doa dipanjatkan dengan harapan agar kondisi kekeringan segera berakhir, kebutuhan air masyarakat tercukupi, serta seluruh wilayah Sulawesi Utara senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan.
Selain berdoa, Pangdam menegaskan pentingnya ikhtiar nyata. Beliau memerintahkan seluruh jajaran Kodam XIII/Merdeka untuk terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda dan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi dampak kekeringan.
Melalui pelaksanaan Salat Istisqa dan doa bersama lintas agama tersebut, Pangdam berharap seluruh keluarga besar Kodam XIII/Merdeka semakin memperkuat kepedulian, kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Doa yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi jalan turunnya rahmat dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga hujan segera turun dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan baik.










