![]()
DAIRI – Harapan warga Desa Lau Pakpak, Dusun Lau Rambong 3, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, untuk kembali memiliki akses penghubung yang layak mulai terlihat. Babinsa Koramil 04/Tigalingga Kodim 0206/Dairi, Serda Parlindungan Simamora, bersama warga terus bergotong royong mengerjakan pembangunan Jembatan Beton Garuda, Kamis (24/9/2026). Jembatan sepanjang 14 meter dengan lebar 3 meter tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, khususnya petani.
Pada kegiatan tersebut, personel TNI bersama delapan warga melaksanakan sejumlah pekerjaan, mulai dari pembersihan lokasi, pembuatan lubang pondasi footplat, hingga perakitan besi. Hingga hari ini, progres pembangunan telah mencapai 5,50 persen. Sejumlah material juga telah masuk ke lokasi, di antaranya 28 lembar tripleks 12 mm, 74 batang besi ulir 16, 122 batang besi ulir 12, 100 batang broti 22, satu dump truck pasir, satu dump truck batu split, serta tambahan pasir. Seluruh kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dengan cuaca cerah.
Pembangunan jembatan ini menjadi penting karena akses sebelumnya mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Padahal, jalur tersebut merupakan akses menuju kawasan pertanian warga yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung di desa tersebut. Kondisi itu selama ini menjadi kendala bagi mobilitas petani, termasuk dalam mengangkut sarana produksi maupun hasil panen dari lahan menuju permukiman dan titik pemasaran.
Danramil 04/Tigalingga, Kapten Inf J. Maibang, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan, sejalan dengan program pemerintah pusat. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, terutama para petani yang selama ini menghadapi kendala saat menuju lahan maupun membawa hasil pertanian. Infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan dapat membantu menekan biaya dan tenaga dalam proses distribusi hasil produksi.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan. Jembatan ini diharapkan dapat membantu warga, khususnya para petani, agar mobilitas menuju lahan dan pengangkutan hasil pertanian menjadi lebih mudah,” ujar Kapten Inf J. Maibang. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat dalam proses pembangunan tersebut sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebutuhan warga. Negara hadir untuk rakyat. (Pendim 0206)










