![]()
TANJUNG MORAWA|
Babinsa Koramil 0201-16/TM Kodim 0201/Medan, Serda Yusran, bersama personel Polsek Tanjung Morawa dan Polres Deli Serdang melaksanakan pengamanan di lokasi keributan yang diduga berkaitan dengan kasus penembakan di Dusun IV, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (18/10/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua orang lainnya mengalami luka akibat senjata api dan senjata tajam, serta delapan warga mengalami luka-luka setelah kendaraan yang dikemudikan korban kehilangan kendali dan menabrak warga yang berada di sekitar lokasi.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Donny Pace, 40 tahun, seorang wiraswasta yang berdomisili di Desa Tanjung Morawa B. Korban mengalami luka tembak pada bagian leher sebelah kiri. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi.
Sementara itu, korban lainnya, Indra Wijaya Lingga, 23 tahun, mengalami luka tembak pada paha kiri. Seorang korban lainnya bernama Ahmad Sajali dilaporkan mengalami luka bacok pada bagian tangan.
Delapan warga yang turut menjadi korban akibat kendaraan yang kehilangan kendali juga mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas anak-anak, pelajar, dan orang dewasa yang berada di sekitar lokasi kejadian.
*Berawal dari Informasi Penyerangan Rumah*
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika seorang anggota Pemuda Pancasila berinisial Feri BF menghubungi Donny Pace dan menyampaikan informasi mengenai dugaan penyerangan terhadap sebuah rumah di kawasan Puskop ABRI, Desa Bandar Labuhan.
Mendapatkan informasi tersebut, Donny Pace bersama Indra Wijaya Lingga dan beberapa rekannya berangkat menggunakan mobil Toyota Yaris putih bernomor polisi BK 1442 MAG dengan tujuan Desa Bandar Labuhan.
Namun, saat melintas di wilayah Desa Bangun Rejo, kendaraan tersebut diduga dikejar oleh empat orang yang menggunakan dua sepeda motor. Setibanya di depan Gang Karo, Dusun IV, Desa Bangun Rejo, mobil korban diduga dipepet oleh para pelaku. Selanjutnya, terdengar tembakan yang mengenai Donny Pace pada bagian leher sebelah kiri dan Indra Wijaya Lingga pada paha kiri.
Akibat luka yang dialaminya, Donny Pace kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikannya. Mobil tersebut kemudian menabrak sejumlah warga yang melintas, tiang telekomunikasi, serta kanopi rumah warga.
Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian mengamankan dua orang laki-laki yang diduga terkait dengan kejadian tersebut, sedangkan dua orang lainnya dilaporkan melarikan diri.
*Sejumlah Barang Bukti Diamankan*
Dalam penanganan awal kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna putih tanpa pelat nomor yang diduga digunakan oleh pelaku, satu unit mobil Toyota Yaris putih milik korban, satu pucuk senjata api yang ditemukan di dalam mobil, serta satu bilah senjata tajam yang juga ditemukan di dalam kendaraan tersebut.
Dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu turut diamankan dan dibawa ke Polresta Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Identitas serta peran masing-masing pihak masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.
Para korban, baik korban penembakan maupun warga yang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut, telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Mitra Sehat Bangun Rejo untuk mendapatkan penanganan medis.
*Babinsa dan Aparat Kepolisian Antisipasi Bentrokan Susulan*
Pasca-kejadian, Serda Yusran bersama personel Polsek Tanjung Morawa dan Polres Deli Serdang melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kehadiran aparat TNI dan Polri di lokasi merupakan langkah untuk mengendalikan situasi, mengamankan tempat kejadian perkara, serta mendukung proses penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.
Hingga penanganan awal dilakukan, aparat gabungan masih melaksanakan pengamanan di lokasi. Penyebab pasti kejadian, motif, serta keterlibatan pihak-pihak yang diamankan akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan kepolisian.










