![]()
OKEBUNG|
Pelatihan Paralayang Dispora Jawa Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Bukit Watu Bayang, Kabupaten Madiun, Selasa (20/10), Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., memotivasi generasi muda untuk menekuni olahraga dirgantara sebagai sarana mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi. 
Selaku Wakil Ketua I FASI Jawa Timur, Danlanud Iswahjudi mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan pelatihan paralayang. Menurutnya, olahraga dirgantara, khususnya paralayang, merupakan salah satu sarana untuk mengenalkan dunia kedirgantaraan kepada masyarakat sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Danlanud menilai pengembangan olahraga dirgantara memiliki arti penting bagi kemajuan bangsa. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari dunia kedirgantaraan dan berani mengembangkan kemampuannya melalui pembinaan yang terarah. Potensi yang dimiliki Jawa Timur, menurutnya, perlu terus didukung agar dapat melahirkan atlet-atlet paralayang yang mampu bersaing di berbagai level kejuaraan.

“Keberhasilan dalam olahraga paralayang tidak hanya bergantung pada keberanian, tetapi juga membutuhkan konsistensi, disiplin, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan mengingat olahraga ini memiliki risiko, sehingga setiap peserta wajib mematuhi prosedur keselamatan dan mengikuti arahan instruktur selama menjalani pelatihan. Untuk itu, lanjutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan latihan agar proses pembinaan dapat berlangsung dengan aman dan optimal.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan dan Olahraga Dispora Jawa Timur, Bapak Cepi Sukur Laksana, yang mewakili Kadispora Jawa Timur, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan pembinaan olahraga dirgantara bagi generasi muda di berbagai daerah. Melalui pelatihan yang terarah dan pendampingan instruktur, para peserta diharapkan memperoleh dasar teknik yang baik, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan untuk mendukung regenerasi atlet dan peningkatan prestasi olahraga Jawa Timur.
Ketua Pengprov Paralayang Jawa Timur Bapak Arief Eko Wahyudi menambahkan bahwa pembinaan atlet dilakukan secara bertahap, mulai dari peserta pemula hingga mencapai kemampuan dan lisensi sesuai ketentuan. Kompetisi khusus bagi peserta juga menjadi sarana untuk mengasah keterampilan sebelum memasuki kejuaraan yang lebih kompetitif.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan FASI Jawa Timur, diharapkan pelatihan ini menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk menekuni paralayang secara berkelanjutan, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi dalam memajukan olahraga dirgantara di Jawa Timur.
#tni
#tniau
#ampuh
#swabhuwanapaksa
#lanudiswahjudi
@puspentni
@militer.udara









