![]()
MEDAN TIMUR|
Babinsa bersama unsur kelurahan dan kepolisian menindaklanjuti laporan warga terkait adanya seorang marbut Masjid Perjuangan 45 yang berada bersama seorang perempuan di dalam masjid, Jalan H.M. Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (29/10/2026)
Menyikapi laporan tersebut, warga bersama pihak kelurahan mengamankan kedua pihak untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Lurah Sei Kera Hilir II guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh kepala lingkungan kepada Babinsa setempat. Menindaklanjuti laporan itu, Babinsa berkoordinasi dengan pihak terkait agar situasi tetap aman dan kondusif serta persoalan dapat ditangani secara tertib. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat sekaligus menjaga ketenangan lingkungan sekitar masjid.
Dalam proses klarifikasi awal, perempuan yang bersangkutan disebut memiliki hubungan pernikahan siri dengan marbut masjid tersebut. Informasi itu menjadi bagian dari keterangan yang diperoleh dalam penanganan awal. Seluruh pihak diharapkan dapat menyikapi kejadian ini dengan bijaksana, mengedepankan klarifikasi, serta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum persoalan ditangani lebih lanjut.
Babinsa mengatakan bahwa setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan pendekatan yang humanis. Beliau juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan, serta menyerahkan proses penanganan kepada aparat dan pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Penanganan kejadian tersebut melibatkan Babinsa, personel Polsek Medan Timur yang dipimpin Ipda Hermanto, Lurah Sei Kera Hilir II, kepala lingkungan setempat, serta pengurus dan ustaz Masjid Perjuangan 45. Melalui koordinasi bersama ini, diharapkan persoalan dapat ditangani secara baik, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, serta keharmonisan antarwarga dan penghormatan terhadap tempat ibadah tetap menjadi perhatian bersama.












