![]()
PERCUT|
Berbagai ragam permasalahan yg ada dan terjadi di wilayah binaan, seperti Kesalahpahaman yang melibatkan dua remaja di Dusun XVI Desa Tembung, Kec.Percut Sei Tuan, Kab.Deli Serdang, berhasil dan dapat diselesaikan melalui upaya dan langkah mediasi yang dilakukan secara bersama-sama oleh Babinsa, Kadus 16 dan Perangkat Desa. Jum’at, (30/10/2026)
Babinsa 2 Desa Tembung Koramil 0201-13/PST Sertu Yudha Fernanda dan Kepala Dusun 16 bergerak setelah menerima laporan dari warga terkait perkelahian yang melibatkan dua remaja.
Perselisihan tersebut berawal dari aksi saling ejek yang kemudian berujung pada perkelahian. Setelah kejadian tersebut, kedua remaja diketahui masing-masing menghubungi teman-temannya untuk memberikan bantuan, sehingga situasi berpotensi berkembang dan melibatkan satu kelompok yang lebih banyak dan berseteru dgn yg sedikit.
Menyikapi kondisi tersebut, Sertu Yudha F segera berkoordinasi dengan Pihak Desa beserta perangkatnya. Kedua remaja bersama kelompoknya kemudian dihadirkan di Kantor Desa Tembung untuk dilakukan mediasi dan penyelesaian secara kekeluargaan.
Dalam proses mediasi, seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan dan memahami dampak yang dapat ditimbulkan apabila permasalahan tersebut terus berlanjut, kemudian Babinsa mengingatkan para remaja agar tidak mudah terpancing oleh ejekan maupun provokasi yang dapat berujung pada perkelahian dan mengganggu keamanan lingkungan.
Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai. Mereka juga menyatakan kesanggupan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang lebih baik tanpa melibatkan kelompok atau teman-temannya.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata sinergi Babinsa bersama pemerintah Desa dalam melakukan pencegahan sejak dini. Kehadiran aparat tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan yang telah terjadi, tetapi juga mencegah agar perselisihan antar individu tidak berkembang menjadi konflik antar kelompok.
Babinsa menegaskan pentingnya peran bersama dalam membimbing generasi muda agar mampu menjaga pergaulan dan tidak mudah terprovokasi. Dengan komunikasi dan pendekatan persuasif berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara aman dan kondusif.











