![]()
MEDAN TIMUR|
Pelda Sutrisno, Babinsa Kelurahan Sei Kera Hilir II Koramil 0201-02/MT, menghadiri undangan kegiatan pengambilalihan kepengurusan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Juang 45 oleh Nazir Wakaf. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Juang 45, Jalan Prof. HM. Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Camat Medan Perjuangan, Danramil 0201-02/MT, perwakilan Polsek Medan Timur, KUA Medan Perjuangan, Babinsa Sei Kera Hilir II, pengurus Nazir Wakaf Masjid Juang 45, pihak Kelurahan Sei Kera Hilir II bersama kepala lingkungan, serta warga pengajian. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses pengambilalihan kepengurusan BKM oleh Nazir Wakaf sekaligus membahas persoalan internal yang menjadi perhatian bersama.
Dalam forum tersebut, turut dibahas permasalahan terkait dugaan tindakan seorang marbot yang membawa seorang perempuan ke dalam kantor Masjid Juang 45. Menanggapi persoalan tersebut, pihak terkait memberikan klarifikasi, termasuk pengakuan bahwa keduanya telah melangsungkan pernikahan secara siri. Pembahasan dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Danramil 0201-02/MT menyampaikan imbauan agar seluruh pihak dapat menahan diri, saling menghormati, dan tetap menjaga hubungan silaturahmi. Ia menegaskan bahwa setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah yang baik, tanpa menimbulkan ketegangan maupun perpecahan di tengah masyarakat, terlebih persoalan tersebut menyangkut lingkungan rumah ibadah.
Sementara itu, kehadiran Pelda Sutrisno sebagai Babinsa merupakan bentuk dukungan TNI dalam menjaga komunikasi dan kondusivitas wilayah binaan. Diharapkan melalui pertemuan tersebut, proses pengambilalihan kepengurusan BKM Masjid Juang 45 dapat berjalan dengan baik serta seluruh pihak dapat kembali bersatu dalam menjaga keharmonisan, keamanan, dan kemakmuran masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan umat.












