![]()
SINTANG — Pesan menjaga hutan tidak selalu harus disampaikan dari balik podium. Di Desa Sungai Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, pesan itu disampaikan dengan menyapa warga dan mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi.
Kolonel Husein Setiawan, S.H., M.H., Tim Penyuluh Karhutla TNI mengingatkan warga tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di tengah cuaca panas. Ia mengapresiasi kesadaran masyarakat yang memilih berhati-hati dalam membuka ladang. “Kesadaran masyarakat untuk menjaga alam adalah modal penting. Tradisi baik yang selama ini sudah berjalan perlu dipertahankan agar risiko Karhutla dapat terus ditekan,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Desa Sungai Kelik, Anton Karim, mengatakan warga di desanya telah memahami dampak Karhutla. “Warga kami tidak ada yang berani membakar hutan untuk membuka ladang. Kami memahami bahayanya, apalagi akhir-akhir ini cuaca sangat panas. Karena itu, kami menunggu waktu yang tepat untuk membuka ladang,” kata Anton. Ia juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang memberi perhatian lebih terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan air bersih yang masih sulit diperoleh, agar warga dapat hidup lebih baik dan sejahtera.
Penyuluhan tersebut turut dihadiri Mayor Cpl Robbi Chahyadi, S.H., Babinsa Koramil 05 Ketungau Hulu, serta warga Desa Sungai Kelik. Bagi warga, menjaga hutan bukan sekadar soal mencegah api, tetapi juga menjaga sumber kehidupan yang mereka wariskan dan gunakan setiap hari.












