![]()
SENAYANG, LINGGA- Dalam rangka memperkuat sistem kewaspadaan dini dan ketahanan wilayah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Babinsa Koramil 06/Senayang, Sertu M. Hasan Mubarok, melaksanakan komunikasi sosial sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat Desa Mamut, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (04/09/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengenali potensi ancaman, meningkatkan kesiapsiagaan serta mengambil langkah mitigasi sebelum bencana terjadi. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun early warning system berbasis kewilayahan melalui komunikasi dan koordinasi secara cepat, tepat dan berkesinambungan.
Sertu M. Hasan Mubarok menjelaskan bahwa kondisi musim angin selatan dan musim kemarau saat ini perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan memiliki aktivitas yang berkaitan dengan laut. Kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat meningkatkan risiko terjadinya angin kencang atau puting beliung, gelombang laut tinggi yang berpotensi membahayakan nelayan dan pengguna transportasi laut, banjir rob yang dapat menggenangi kawasan pesisir, serta kebakaran, terutama Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Untuk itu, masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca sekecil apa pun dan menjadikan kewaspadaan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesiapsiagaan bukan hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus dibangun sejak sebelum bencana terjadi. Masyarakat harus mampu mengenali potensi ancaman di lingkungannya, memantau perkembangan cuaca, mengamankan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi awal bencana,” tegas Sertu M. Hasan Mubarok. Babinsa juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena kondisi kemarau dapat menyebabkan api mudah menjalar dan berpotensi menimbulkan Karhutla. Menurutnya, kepedulian masyarakat merupakan mata rantai pertama dalam sistem pencegahan bencana, sehingga setiap warga memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan diri, keluarga, lingkungan dan masyarakat secara luas.
Senada dengan hal tersebut, Danramil 06/Senayang, Kapten Kav Juli Purnomo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah. “Wilayah pesisir dan kepulauan memiliki karakteristik serta potensi kerawanan yang perlu diantisipasi secara bersama. Babinsa harus terus membangun komunikasi dengan masyarakat, pemerintah desa dan seluruh unsur terkait sehingga setiap potensi ancaman dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Sinergi dan kecepatan informasi menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan semangat gotong royong, kepedulian sosial dan disiplin dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari kekuatan pertahanan wilayah yang berbasis pada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Koramil 06/Senayang terus mendorong terbentuknya masyarakat yang tangguh, responsif dan memiliki kesadaran terhadap potensi ancaman di wilayahnya. Kewaspadaan dini, kesiapsiagaan, kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, tidak melakukan pembakaran lahan serta keberanian untuk melaporkan potensi bencana merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga ketahanan wilayah.
Kesadaran untuk melindungi lingkungan dan keselamatan sesama pada hakikatnya merupakan implementasi nilai bela negara, karena menjaga keamanan, keselamatan dan kelangsungan kehidupan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara.
Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan Desa Mamut mampu menghadapi dinamika perubahan musim secara lebih siap sekaligus mewujudkan wilayah yang aman, tangguh dan berdaya tahan.












