![]()
Aceh Timur – Upaya menjaga produktivitas pertanian terus dilakukan melalui sinergi berbagai pihak di lapangan. Serda Suyono, Babinsa Koramil 21/Madat Kodim 0104/Aceh Timur, bersama penyuluh pertanian dan mantri hewan melaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus di area persawahan Desa Rambong Lop, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Jum’at 11 September 2026 .
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk membantu para petani mengatasi serangan hama tikus yang berpotensi merusak tanaman padi dan mengganggu hasil produksi pertanian. Pengendalian dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan kondisi lahan serta perkembangan serangan hama di wilayah persawahan.
Serda Suyono mengatakan, keberadaan hama tikus menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi petani, sehingga diperlukan penanganan secara bersama dan berkelanjutan. Kehadiran Babinsa bersama penyuluh pertanian dan mantri hewan diharapkan dapat memberikan pendampingan serta membantu petani dalam mengambil langkah pengendalian yang tepat.
“Kami bersama penyuluh pertanian dan mantri hewan turun langsung ke lapangan untuk membantu petani mengendalikan hama tikus. Dengan dilakukan secara bersama-sama, diharapkan serangan hama dapat ditekan sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen tetap optimal,” ujar Serda Suyono.
Selain membantu pengendalian hama, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menjalin komunikasi langsung dengan para petani. Berbagai kondisi dan kendala yang ditemukan di lapangan dapat diketahui secara langsung sehingga dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pendampingan Babinsa terhadap masyarakat di wilayah binaan, khususnya dalam mendukung sektor pertanian. Sinergi antara TNI, penyuluh pertanian, mantri hewan, dan petani diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Aceh Timur.
Dengan adanya pengendalian hama secara bersama dan berkelanjutan, diharapkan tanaman padi milik masyarakat Desa Rambong Lop dapat terhindar dari kerusakan akibat serangan tikus, sehingga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani dapat terus terjaga.











