![]()
OKEBUNG|
Kodam XVII/Cenderawasih menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) sebagai tindak lanjut dari rangkaian Rapim tingkat pusat yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi program kerja tahun anggaran 2025 sekaligus pemaparan rencana kerja tahun anggaran 2026.
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Amrin Ibrahim mengatakan, Rapim TNI di tingkat Kodam ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diawali dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dipimpin Presiden RI, dilanjutkan Rapim TNI-Polri di Istana Negara, Rapim TNI di Mabes TNI Cilangkap, hingga Rapim TNI Angkatan Darat di Mabes AD.
“Yang menjadi penekanan adalah tentang kebersamaan, persatuan dan kesatuan di antara aparat, untuk mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah,” kata Pangdam, Selasa (03/03/2026).
Selain itu, lanjut Pangdam, pelaksanaan Rapim TNI di tingkat Kodam merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada pimpinan Angkatan Darat, sekaligus menyelaraskan kebijakan pusat dengan pelaksanaan di wilayah.
Sementara itu,Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen. TNI. Thevi Zebua menjelaskan, Rapim bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun 2025 serta menyusun rencana program dan anggaran tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, para pejabat utama Kodam XVII/Cenderawasih seperti Inspektorat, Asrendam, Asintel, Asops, Aspers, Aslog, dan Aster, menyampaikan evaluasi serta rencana kerja ke depan.
“Di bidang pembangunan wilayah, Kodam XVII/Cenderawasih menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain ketahanan pangan, pembangunan jembatan gantung di daerah terpencil, pembangunan koperasi Merah Putih, program manunggal air bersih, serta pembangunan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal),” tutur Brigjen. TNI. Thevi Zebua.
Selain itu, Kodam juga mengembangkan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) yang memiliki kompi peternakan, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Saat ini terdapat delapan batalyon yang tersebar di wilayah Korem 172/Praja Wirayakti dan Korem 173/Praja Vira Braja, dan jumlah tersebut akan terus ditambah, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Disinggung terkait situasi gangguan keamanan yang meningkat di sejumlah daerah seperti di Nabire dan Timika, Kasdam menyatakan bahwa TNI bekerja sama dengan berbagai satuan tugas, termasuk Koops TNI, Satgas Operasi Damai Carten, dan Satgas Habema, untuk menindak pelaku kejahatan bersenjata.
“Negara tidak boleh kalah oleh teror, kami memastikan aparat keamanan akan terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sudah dua hari ini kita melakukan penindakan dan sudah ada hasil, Ini pertanda baik bagi kita semua,” ujar Kasdam.
Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen. TNI. Thevi Zebua Menanggapi dugaan keterlibatan oknum dalam penyalahgunaan amunisi, Kasdam menegaskan bahwa pimpinan telah memberikan penekanan soal kesadaran hukum kepada seluruh prajurit. Ia juga membenarkan bahwa sudah ada personel yang dikenakan sanksi hukum, meski tidak merinci jumlahnya.
Melalui Rapim ini,Kasdam XVII/ Cenderawasih menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja, serta mendukung pembangunan dan stabilitas keamanan di Tanah Papua.
Pelaksanaan Rapim TNI di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih di ikuti oleh pejabat utama Kodam, para Danrem, Dandim dan Danyon di jajaran Kodam XVII/Cendrawasih.
Pendam XVII/Cenderawasih












