![]()
Manado, 6 Mei 2026 – Di tengah berkembangnya industri kreatif berbasis handmade, Hai Setala hadir sebagai UMKM yang membawa sentuhan seni dan ketelatenan dalam setiap produknya. Berdiri pada tahun 2021, nama “Hai Setala” memiliki makna yang mendalam, yaitu senada, seirama, dan selaras, sebuah filosofi yang tercermin dalam setiap karya aksesori sulam benang yang dihasilkan.
Didirikan oleh Ny. Mira Sunarti dari Sopsdam XIII/Merdeka, Hai Setala berfokus pada pembuatan aksesori berbahan dasar sulam benang yang seluruh prosesnya dikerjakan secara full handmade oleh sang owner. Setiap detail diciptakan dengan ketelitian tinggi, menjadikan setiap produk memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri.
Perjalanan Hai Setala dimulai dari proses belajar sederhana. Berawal dari ketertarikan melihat teman yang mahir dalam menyulam, keterampilan tersebut kemudian dipelajari secara mendalam hingga berkembang menjadi hobi. Dari hobi inilah muncul keinginan untuk menghadirkan karya yang tidak hanya dinikmati secara pribadi, tetapi juga dikenal oleh masyarakat luas.
Dengan modal awal sebesar Rp500.000, Hai Setala mulai merintis usahanya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi ini terbukti efektif dalam memperkenalkan produk kepada berbagai kalangan, baik di tingkat nasional maupun mulai menjangkau pasar internasional. Seiring waktu, usaha ini berkembang dan mampu menghasilkan pendapatan yang melampaui modal awal setiap bulannya.
Hai Setala tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga mengangkat nilai dari proses kreatif itu sendiri. Sulam benang bukan sekadar teknik kerajinan, melainkan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, kesabaran, serta inspirasi dalam menciptakan pola yang harmonis. Inilah yang menjadi daya tarik utama dari produk handmade—setiap karya memiliki cerita dan karakter.
Komitmen Hai Setala adalah memperkenalkan keindahan sulam benang kepada semua kalangan, sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap produk handmade lokal. Usaha ini juga berperan penting dalam mendukung perekonomian keluarga, menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Atas dedikasi dan konsistensi tersebut, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XIII/Merdeka, Ny. Lely Mirza Agus, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan Hai Setala. Ia menilai bahwa usaha ini tidak hanya menunjukkan kemandirian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anggota Persit lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang ekonomi kreatif.
Dengan tekad, mimpi, dan usaha yang terus dijaga, Ny. Mira Sunarti optimistis bahwa Hai Setala akan terus berkembang. Baginya, usaha bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi jalan untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.
Hai Setala menjadi contoh nyata bahwa dari langkah kecil, ketekunan, dan keberanian untuk memulai, sebuah karya dapat tumbuh menjadi identitas—dan bahkan membuka peluang yang lebih luas di masa depan.












