![]()
TEMIANG PESISIR, LINGGA – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Pulau Batang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Serma Rocky, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama tokoh masyarakat setempat baru-baru ini. Kegiatan dialogis di Dusun II, membahas dan mencari solusi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan desa yang mulai memprihatinkan akibat munculnya sejumlah titik tumpukan sampah liar, Jum’at (06/03/2026)
Serma Rocky menyoroti kondisi tata lingkungan di Dusun II yang saat ini dipenuhi oleh tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Kondisi lingkungan yang kotor dan dibiarkan menumpuk ini dinilai sangat berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya kuman penyakit khususnya wabah nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, Babinsa secara proaktif menghimbau agar seluruh elemen masyarakat segera meningkatkan kepedulian terhadap sanitasi lingkungan demi mencegah penyebaran penyakit menular yang mengancam kesehatan keluarga.
”Kami turun langsung berdialog dengan tokoh masyarakat karena melihat kondisi tumpukan sampah di Dusun II ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Saya menghimbau kepada seluruh warga agar kita sama-sama peduli dan segera melakukan aksi kebersihan lingkungan secara masif,” ujar Serma Rocky. Ia juga menekankan bahwa langkah pencegahan penyakit mematikan seperti DBD tidak bisa hanya mengandalkan aparat terkait, melainkan sangat membutuhkan kesadaran mandiri dan semangat gotong royong dari seluruh warga Desa Pulau Batang.
Bapak Awang selaku tokoh masyarakat Desa Pulau Batang menyambut baik dan sangat mengapresiasi kepedulian dari pihak TNI. “Kami mewakili warga sangat berterima kasih atas perhatian dan peringatan dari Bapak Babinsa terhadap ancaman kesehatan di desa kami. Harus diakui, kedisiplinan warga dalam membuang sampah pada tempatnya masih perlu ditegur dan ditingkatkan. Setelah Komsos ini, kami akan segera mengoordinasikan perangkat desa untuk menjadwalkan kegiatan gotong royong massal membersihkan area Dusun II,” tegas Bapak Awang.
Dukungan penuh juga disuarakan oleh warga setempat yang mulai menyadari bahaya kesehatan dari kondisi lingkungan mereka. Salah seorang warga Dusun II, Budi, menyatakan kesiapan masyarakat untuk bahu-membahu menuntaskan masalah sampah tersebut. “Jujur kami juga sudah mulai resah dengan tumpukan sampah ini, apalagi kalau hujan turun, takut jadi sarang nyamuk demam berdarah. Dengan adanya teguran dan ajakan langsung dari Babinsa serta tokoh masyarakat, kami warga di sini sangat siap untuk turun gotong royong membersihkan desa agar anak-anak kami aman dari penyakit,” ungkapnya.












