![]()
SIDIKALANG — Upaya memastikan bantuan sosial tepat sasaran terus dilakukan di Kabupaten Dairi. Babinsa Koramil 02/Sidikalang Kodim 0206/Dairi, Sertu Nuroso, menghadiri rapat verifikasi dan sosialisasi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Aula Kantor Lurah Sidikalang, Jalan Damar, Kecamatan Sidikalang, Rabu (22/4/2026) pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyelaraskan data penerima dengan kondisi riil masyarakat.
Rapat tersebut dipimpin oleh Lurah Sidikalang, Fahreza Anjas Ujung, dan dihadiri perangkat kelurahan, pendamping PKH dari Dinas Sosial Jentri Manik, para kepala lingkungan, Babinsa, serta 75 orang perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kehadiran berbagai unsur ini bertujuan memperkuat transparansi sekaligus memastikan proses verifikasi berjalan objektif dan terbuka.
Dalam agenda rapat, dilakukan pencocokan data penerima PKH berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan kondisi faktual di lapangan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan sosialisasi mengenai kriteria penerima, hak dan kewajiban, serta mekanisme pencairan bantuan. Forum ini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan kendala dan masukan terkait pelaksanaan program.
Hasil verifikasi menunjukkan adanya sejumlah data yang perlu diperbaiki. Beberapa penerima dinilai sudah tidak memenuhi kriteria, seperti meninggal dunia, pindah alamat, atau data yang tidak sesuai. Di sisi lain, muncul usulan penambahan calon penerima baru yang dinilai lebih layak. Seluruh hasil verifikasi sementara ini akan diajukan untuk pembaruan melalui mekanisme yang berlaku, dengan harapan bantuan PKH benar-benar tepat sasaran.
Secara terpisah, Danramil 02/Sidikalang Kapten Inf T. Aritonang menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah. Ia menekankan pentingnya pengawasan di lapangan agar tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran bantuan. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi bantuan yang salah alamat. Kehadiran Babinsa juga untuk mendorong masyarakat aktif melaporkan perubahan data, sehingga program ini dapat dirasakan oleh yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. (Prajurit Pena)












