![]()
Bakung Serumpun, Lingga – Babinsa Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Sertu HP Hutagalung, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Kepala Dusun III, Bapak Heri Secawar, di wilayah RT 02/RW 02. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang secara rutin dilaksanakan guna mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat serta sebagai sarana deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi ancaman di wilayah binaan, khususnya terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa (21/04/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa bersama perangkat dusun membahas langkah-langkah strategis pencegahan Karhutla, terutama di kawasan hutan lindung dan area perkebunan masyarakat Desa Tanjung Kelit. Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, sehingga diperlukan kesadaran dan peran aktif seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan lestari.
Sertu HP Hutagalung mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran. Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sebagai bentuk cinta tanah air dan wujud nyata pengamalan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Babinsa juga mengingatkan bahwa tindakan pembakaran hutan dan lahan merupakan pelanggaran hukum yang memiliki konsekuensi serius. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, pelaku pembakaran hutan dapat dikenakan sanksi pidana penjara selama 5 hingga 10 tahun serta denda hingga Rp1,5 miliar.
Kepala Dusun III, Bapak Heri Secawar, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kehadiran Babinsa yang secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat demi mencegah terjadinya Karhutla di wilayahnya. Sementara itu salah satu warga setempat juga menyampaikan bahwa kegiatan Komsos yang dilaksanakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan pentingnya menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara TNI dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas wilayah, melindungi sumber daya alam, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan nasionalisme demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia












