![]()
Manado, 3 Mei 2026– Berawal dari ketertarikan terhadap seni sulam benang, sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) bernama Hai Setala kini berkembang menjadi pelaku industri kreatif yang menghadirkan produk aksesori handmade bernilai seni tinggi. Berdiri sejak tahun 2021, Hai Setala mengusung makna “senada, seirama, dan selaras” dalam setiap karya yang dihasilkan.

Hai Setala merupakan jenama produk aksesori yang dibuat menggunakan teknik sulam benang tangan karya Ny. Mira Sunarti, anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 1 Ops Cabang II Sopsdam PD XIII/Merdeka.
Setiap produk dikerjakan secara handmade dengan penuh ketelitian, mengandalkan keterampilan tangan, benang, dan jarum sulam, serta membutuhkan konsentrasi dan kreativitas tinggi dalam menciptakan pola-pola unik.
Awal perjalanan usaha ini dimulai dari proses belajar yang terinspirasi dari seorang teman yang telah mahir dalam seni sulam. Ketekunan dalam mendalami teknik tersebut perlahan menjadikannya sebagai hobi, hingga akhirnya berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan modal awal sebesar Rp500.000, Hai Setala mulai membangun usahanya secara mandiri. Seiring waktu, usaha ini menunjukkan perkembangan yang signifikan, bahkan mampu menghasilkan pendapatan yang melampaui modal awal setiap bulannya. Pemanfaatan media sosial juga menjadi strategi penting dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Produk-produk Hai Setala berfokus pada kerajinan tangan bernilai seni tinggi, yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan sentuhan personal dari pembuatnya. Karya-karya tersebut juga kerap dipamerkan dalam berbagai kegiatan kreatif, termasuk event Persit Bisa, sebagai upaya memperluas jangkauan pasar sekaligus mengangkat potensi UMKM.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XIII/Merdeka Ny. Lely Mirza Agus dalam pernyataannya memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan semangat pelaku UMKM seperti Hai Setala. Ia menyampaikan bahwa kegiatan produktif seperti ini menjadi wujud nyata peran Persit dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Kami sangat bangga dengan kreativitas anggota Persit yang mampu mengembangkan potensi diri menjadi usaha bernilai ekonomi. Hai Setala adalah contoh bahwa dari hobi dapat tumbuh menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Kami berharap ini dapat menginspirasi anggota lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar Ny. Lely Mirza Agus.
Dengan tekad dan semangat yang kuat, Hai Setala terus berupaya mewujudkan mimpi untuk berkembang lebih besar. Melalui konsistensi dan kerja keras, Hai Setala optimistis dapat semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari kebangkitan industri kreatif berbasis kerajinan tangan di Indonesia.












