![]()
LANGKAT|
Hujan, bagi Irwansyah, dulu bukan sekadar cuaca. Ia adalah kecemasan yang datang berulang.Setiap awan gelap menggantung, ia dan keluarganya bersiap. Ember diletakkan di sudut rumah, tikar digeser menjauh dari titik bocor. Malam sering dilalui dalam kondisi setengah basah. Tidur pun tak pernah benar-benar lelap.“Kalau hujan, kami tidak bisa tenang,” katanya.
Rumah itu sudah lama rapuh. Atapnya renggang, dindingnya lapuk, lantainya lembap. Bukan sekali dua kali bocor—melainkan kondisi yang dijalani bertahun-tahun, tanpa banyak pilihan.
Perubahan baru datang awal Mei 2026.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat, rumah Irwansyah masuk dalam daftar rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Personel TNI dan Polri bersama warga turun langsung ke lokasi—membongkar yang rusak, membangun ulang yang diperlukan.Palu berdetak sejak pagi. Seng lama dilepas. Rangka diperkuat.
#Atap diganti#
Perlahan, rumah yang dulu bocor mulai berubah bentuk.Tak ada sekat di lokasi itu. Aparat dan warga bekerja berdampingan—mengangkat material, menyusun rangka, menyelesaikan bagian demi bagian. Gotong royong kembali menemukan ruangnya.
Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, menyebut program ini sebagai bentuk intervensi langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Rumah layak adalah kebutuhan utama. Kami ingin warga bisa tinggal lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Bagi Irwansyah, perubahan itu terasa sederhana, tapi mendasar. Ia tak lagi memikirkan ember setiap kali langit mendung.“Sekarang sudah tidak takut lagi kalau hujan,” katanya.
Program RTLH dalam TMMD memang menyentuh inti persoalan: hunian. Bukan sekadar bangunan, tetapi juga rasa aman yang selama ini absen.Namun di balik satu rumah yang diperbaiki, tersimpan cerita yang lebih luas. Masih ada rumah-rumah lain dengan kondisi serupa—menunggu giliran, menunggu perhatian.
Di Pasar Rawa, perubahan itu mulai berjalan.Dari bocor menjadi kokoh. Dari cemas menjadi tenang.Dan bagi keluarga seperti Irwansyah, maknanya jelas: hujan kini kembali menjadi hujan—bukan lagi ancaman yang harus dihadapi setiap malam.(Red)










