![]()
Aceh Timur – Senin 04 Mei 2026. Dalam rangka mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, Babinsa Koramil 19/Idm Kodim 0104/Aceh Timur, Sertu Adi Sumarno, bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan lahan yang akan ditanami palawija di Desa Bandar Baro, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Babinsa dan warga bahu-membahu membersihkan lahan dari semak belukar agar siap diolah menjadi lahan produktif untuk penanaman berbagai jenis palawija seperti jagung, kacang tanah, dan ubi.
Sertu Adi Sumarno menyampaikan bahwa palawija memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya sebagai sumber pangan alternatif selain padi. Dengan masa tanam yang relatif singkat serta nilai ekonomi yang cukup baik, palawija mampu membantu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus menambah penghasilan masyarakat.
“Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga perlu didukung dengan komoditas lain seperti palawija. Selain mudah dibudidayakan, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dijual,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan bahwa pembakaran lahan dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang sulit dikendalikan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga lingkungan dengan cara yang aman dan ramah, sehingga lahan tetap subur dan tidak menimbulkan dampak negatif,” tegasnya.
Warga Desa Bandar Baro menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi peran aktif Babinsa yang selalu hadir di tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan lahan yang telah dibersihkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman palawija, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.












