![]()
JAKBAR|
Personel Unit Intel Kodim 0502/JU beserta personel gabungan lainnya melaksanakan monitoring Upacara Bendera Merah Putih, Napak Tilas dan Tabur Bunga dalam rangka memperingati 28 Tahun Tragedi 12 Mei 1998, bertempat di Halaman Gedung Syarief Thajed Kampus A Universitas Trisakti Jl. S. Parman Kel. Tomang, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat.Selasa 12 Mei 2026.Kegiatan diikuti 500 orang tersebut sebagai penanggungjawab Rektor Universitas Trisakti Bapak Prof. Dr. Ir. Kardasah Suryadi. DEA.

Kegiatan dihadiri Rektor Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kardasah Suryadi DEA,
Para Wakil Rektor,Para Dekan,Para Staf Kampus,dan Para Orang Tua/Keluarga Pejuang Reformasi 12 Mei 1998.
Upacara memperingati 28 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 tersebut sebagai Irup Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA

Dalam sambutannya Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA menyampaikan Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan Yang Maha Kuasa berkat rahmat ridho dan hidayahnya serta perlindungannya maka kita semua Pagi hari ini dapat menghadiri Upacara dalam rangka memperingati 28 Tahun peristiwa Tragedi Trisakti yang mengakibatkan Gugurnya 4 Orang Mahasiswa, Pahlawan pejuang Reformasi yaitu Almarhum Hafidin Royan, Almarhum Elang Mulia Lesmana, Almarhum Hendriawan Sie, dan Almarhum Heri Hartanto keempat Pahlawan Reformasi adalah Syuhada yang telah Gugur.
Mereka telah memperjuangkan dengan nyawanya agar dilakukan Reformasi dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme demi tegaknya Demokrasi terwujudnya keadilan kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Kita patut bersyukur dan memberikan Apresiasi yang setinggi tingginya atas upaya luar biasa dari civitas Akademika Trisakti khususnya para Aktivis Mahasiswa 1998 yang selama kurun waktu 28 Tahun tidak pernah melupakan dan tetap terus memperjuangkan apa yang dicita citakan oleh pahlawan pejuang Reformasi salah satu hasil dari upaya tersebut adalah adanya pengakuan dari Pemerintah Republik Indonesia dengan pemberian Bintang Jasa Pratama sebagai pejuang Reformasi dan juga pemberian perhatian dan tali kasih terhadap Orang Tua dan Keluarga Almarhum pejuang Reformasi sebagai umat beragama kita dituntut untuk harus dapat saling memaafkan oleh karenanya dikalangan Pelaku Sejarah peristiwa Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dikenal slogan Weekend Forgive But I Cannot Forget kita dapat memaafkan tapi kita tidak akan pernah melupakan Tragedi Penembakan Mahasiswa di dalam Kampus Trisakti Tanggal 12 Mei 1998, banyak Pahlawan di Dunia yang telah Gugur dalam membela kebenaran ,namun konspirasi mengenai Pelaku yang bertanggungjawab terhadap gugurnya Pahlawan tersebut sampai saat ini masih merupakan misteri yang tidak dapat terungkap namun semangat dan cita cita perjuangan mereka masih tetap dikenang dan masih terus diperjuangkan di negaranya masing masing.

Atas dasar itu saya mengajak kita seluruh civitas Akademika Trisakti agar selain memperjuangkan penuntasan Kasus Tragedi Trisakti ada hal penting yang lain yang perlu kita perjuangkan pula yaitu tetap melanjutkan semangat dan cita cita mulia Pahlawan pejuang Reformasi untuk mewujudkan keadilan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Hadirin yang saya hormati akhir sambutan ini pada kesempatan peringatan 28 Tahun Tragedi Trisakti hari ini marilah bersama sama kita mendoakan semoga ke 4 Pahlawan pejuang Reformasi diberi tempat yang Mulia yang sebaik baiknya di Surga oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan semoga Keluarga yang ditinggalkan senantiasa mendapatkan perlindungan, terima kasih atas perhatiannya.

Usai Upacara Bendera selesai, dilanjutkan prosesi Napak Tilas dan Tabur Bunga ditempat Kampus Trisakti, yang diikuti oleh Para Keluarga Pahlawan Reformasi dan para Pimpinan Universitas Trisakti dan Institut Sekolah Tinggi Trisakti.
Kodim Jakbar










