![]()
MERAUKE – Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., bersama Ketua Persit Daerah XXIV/Mandala Trikora Ny. Jeni Frits W. R. Pelamonia membangun suasana hangat penuh kekeluargaan saat memimpin kegiatan nonton bareng (Nobar) pertandingan perebutan juara Piala Dunia bersama ratusan prajurit di Lapangan Makodam XXIV/Mandala Trikora, Jalan Poros Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan, Senin (20/7/2026).
Didampingi Kasdam XXIV/MT Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto, Irdam XXIV/MT Brigjen TNI Dwi Endrosasongko, S.Sos., M.I.P., Kapoksahli Pangdam XXIV/MT Brigjen TNI Erdi Ekawidjajanto Arif, S.I.P., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua Selatan Yohan Lamis Mahuze, para Asisten Kasdam XXIV/MT, Kabalakdam XXIV/MT, pengurus Persit KCK Daerah XXIV/MT, serta prajurit yanga berada di wilayah Merauke, Pangdam bersama Ketua Persit membaur tanpa sekat dengan seluruh peserta. Kehadiran keduanya menghadirkan suasana akrab yang mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan Kodam XXIV/Mandala Trikora.
Bagi Pangdam, kebersamaan yang dibangun dalam suasana sederhana seperti nonton bareng memiliki makna strategis dalam pembinaan personel. Menurutnya, kedekatan antara pimpinan, keluarga besar Persit, dan prajurit akan melahirkan kepercayaan, loyalitas, serta semangat pengabdian yang menjadi fondasi utama kekuatan satuan.
“Seorang prajurit tidak hanya ditempa melalui latihan dan tugas di lapangan, tetapi juga melalui kebersamaan yang menumbuhkan rasa saling memiliki. Ketika kebersamaan terjaga, semangat pengabdian akan tumbuh semakin kuat,” ujar Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.
Pangdam juga mengajak seluruh prajurit untuk menjadikan Piala Dunia bukan sekadar tontonan, melainkan sebagai sumber inspirasi dalam menumbuhkan semangat juang. Menurutnya, setiap pertandingan memperlihatkan bagaimana disiplin, kerja sama, pengorbanan, pantang menyerah, dan kecintaan kepada tanah air mampu mengantarkan sebuah bangsa meraih prestasi di panggung dunia.
“Dari Piala Dunia kita belajar bahwa sebuah tim hanya akan menjadi juara apabila seluruh anggotanya bersatu, saling percaya, disiplin, dan berjuang tanpa mengenal lelah demi lambang negaranya. Nilai-nilai itu adalah cerminan yang harus dimiliki setiap prajurit TNI. Jadikan setiap pertandingan sebagai hikmah untuk semakin mencintai Indonesia, memperkuat semangat membela nusa dan bangsa, serta terus mengabdi dengan hati yang tulus kepada rakyat,” tegas Pangdam.
Ia menambahkan bahwa sepak bola telah membuktikan bagaimana perbedaan latar belakang dapat disatukan oleh satu tujuan besar, yaitu mengharumkan nama bangsa. Semangat itulah yang diharapkan terus hidup dalam diri setiap prajurit Kodam XXIV/Mandala Trikora, yakni menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Sepanjang pertandingan, sorak sorai, tawa, dan canda menghiasi Lapangan Makodam XXIV/Mandala Trikora. Momentum sederhana tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antara pimpinan, Persit, dan prajurit, sekaligus memperkuat komunikasi dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, Pangdam berharap budaya kebersamaan terus dipelihara sebagai bagian dari pembinaan personel. Ia meyakini satuan yang profesional dan tangguh lahir dari prajurit yang memiliki disiplin tinggi, loyalitas yang kokoh, jiwa korsa yang kuat, serta hubungan kekeluargaan yang erat.
Nobar Piala Dunia dini itu pun menjadi lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Di bawah langit Merauke, semangat sportivitas berpadu dengan nilai-nilai patriotisme. Pangdam bersama Ketua Persit menunjukkan bahwa kekuatan Kodam XXIV/Mandala Trikora tidak hanya dibangun melalui latihan dan tugas operasi, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian, persaudaraan, dan semangat juang yang terus dipupuk untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pendam XXIV/Mandala Trikora












