![]()
BAKUNG SERUMPUN, LINGGA|
Dalam rangka mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat (KTR) serta memperkuat ketahanan wilayah di wilayah Kepulauan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 06/Senayang Kodim 0315/Tanjungpinang, Sertu HP. Hutagalung, melaksanakan anjangsana dam silaturahmi dengan Bapak Jukardi, seorang Ketua RT 03 RW 02 yang berprofesi sebagai nelayan, guna mengetahui langsung kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir yang saat ini tengah menghadapi penurunan drastis, karena hasil tangkapan ikan di kelong, Rabu (10/06/2026). Kehadiran Babinsa di garis depan Nusantara ini merupakan wujud nyata implementasi Delapan Wajib TNI, yakni senantiasa hadir menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

Berdasarkan tinjauan di lapangan, penurunan produktifitas hasil tangkapan laut tersebut dipicu oleh anomali cuaca akibat datangnya musim pancaroba. Pergerakan angin yang sangat fluktuatif, di mana hembusan angin selatan secara tiba-tiba dapat bergeser menjadi angin barat, mengakibatkan arus laut menjadi tidak stabil dan air menjadi keruh. Kondisi hidrologis alam ini secara langsung mempengaruhi migrasi dan jumlah ketersediaan ikan yang biasanya terperangkap di kelong milik warga. Situasi tersebut berdampak langsung pada rantai ekonomi para nelayan di wilayah Desa Tanjung Kelit, yang mengharuskan mereka memutar otak untuk menjaga stabilitas pendapatan keluarga di tengah kondisi yang tidak menentu.
Menyikapi dinamika tersebut, Sertu Hp Hutagalung melakukan pendekatan teritorial strategis dengan menanamkan nilai-nilai bela negara dan semangat pantang menyerah kepada masyarakat pesisir. Dalam kacamata pertahanan, nelayan bukan sekadar pahlawan ekonomi pencari nafkah keluarga, melainkan merupakan mata dan telinga negara di lautan, serta komponen krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ketangguhan, kesabaran, dan semangat gotong-royong warga pesisir dalam menghadapi tantangan alam adalah wujud nyata dari jiwa nasionalisme. Babinsa hadir sebagai dinamisator untuk memastikan mentalitas juang masyarakat tidak pudar, sekaligus mengokohkan sabuk pertahanan wilayah berbasis rakyat.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Sertu HP. Hutagalung secara tegas mengingatkan pentingnya mitigasi risiko bencana, “Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar senantiasa waspada dan wajib memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari instansi terkait sebelum melaut. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama, jangan memaksakan diri jika ombak dan angin membahayakan,” tegas Babinsa.
Merespons hal tersebut, Bapak Jukardi menyampaikan apresiasi mendalamnya, “Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Babinsa. Kehadiran TNI di tengah kondisi cuaca dan ekonomi yang sulit ini memberikan ketenangan batin dan semangat baru bagi kami para nelayan untuk terus tangguh bertahan mencari rezeki.” Melalui pembinaan teritorial yang berkelanjutan ini, diharapkan sinergitas dan kemanunggalan antara TNI dan komponen masyarakat pesisir semakin kokoh dalam menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Lingga. Meski dihadapkan pada ujian musim pancaroba, semangat kebangsaan masyarakat diyakini akan menjadi pendorong utama untuk melewati masa sulit ini.
Satuan Komando Kewilayahan senantiasa mendoakan agar anomali cuaca ini segera membaik, sehingga siklus tangkapan laut dapat kembali melimpah, roda ekonomi desa kembali berputar maksimal, dan kesejahteraan warga nelayan penjaga kedaulatan laut Indonesia terus terjaga secara berkesinambungan.









