![]()
TANJUNGPINANG|
Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han., menghadiri langsung acara penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI)/ BP2MI dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Pendidikan Tinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan strategis yang berfokus pada bidang Sosial dan Budaya (Sosbud) ini berlangsung dengan tertib dan khidmat di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Jalan S.M. Amin No. 01, Kota Tanjungpinang, pada Senin (8/6/2026) siang.

Langkah kolaboratif ini melibatkan sinergi lintas instansi yang kuat, di antaranya Kementerian P2MI/BP2MI, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Kabupaten Karimun, Politeknik Negeri Batam, serta Batam Tourism Polytechnic. Kehadiran Danrem 033/WP bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Terutama, dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal tata kelola pelindungan warga negara di wilayah perbatasan yang memiliki kerawanan cukup tinggi.
Dalam sambutannya, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. menyampaikan bahwa posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan wilayah ini sebagai pintu gerbang sekaligus daerah transit utama lalu lintas Pekerja Migran Indonesia (PMI). Oleh karena itu, kerja sama berdurasi 5 (lima) tahun ke depan ini menitikberatkan pada dua pilar utama, yaitu penguatan pendidikan dan pelatihan kompetensi bagi calon PMI, serta peningkatan sistem pelindungan yang humanis dan akuntabel. Sinergi ini diharapkan mampu mempertahankan tren positif makro daerah, termasuk pertumbuhan ekonomi Kepri yang berhasil tumbuh sebesar 7,04% year-on-year pada Triwulan I Tahun 2026.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI, Drs. H. Mukhtarudin, menegaskan bahwa pelindungan terbaik bagi para “pahlawan devisa” adalah peningkatan kompetensi (keterampilan). Melalui Gerakan Nasional Migran Aman, KemenP2MI berkomitmen penuh menghadirkan negara guna meminimalisir pemberangkatan ilegal dan memberantas sindikat penempatan non-prosedural. Kolaborasi bersama lembaga pendidikan tinggi seperti Politeknik Negeri Batam dan Batam Tourism Polytechnic diproyeksikan dapat mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar global, sekaligus menjadikan Batam sebagai model Migrant Center tingkat nasional.
Secara terpisah, pihak Korem 033/WP memandang kerja sama multi-pihak dari hulu ke hilir ini sebagai terobosan vital dalam mengubah paradigma penempatan tenaga kerja dari sekadar pencarian kerja menjadi penempatan tenaga kerja ahli yang terlindungi hukum. Keterlibatan aktif unsur akademisi dan pemda dinilai efektif untuk menghempas praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kerap memanfaatkan celah di wilayah kepulauan. Seluruh rangkaian kegiatan yang dihadiri sekitar 80 tamu undangan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada pukul 15.15 WIB.
Sumber : Penrem 033












