![]()
LANGKAT|
Tahun 2026 baru berjalan, tapi bagi warga Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, ini sudah terasa seperti babak baru. Setelah belasan tahun menunggu, air bersih akhirnya mengalir lebih dekat ke rumah mereka.
Bukan dari jaringan perpipaan besar, melainkan dari sumur bor yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 oleh Kodim 0203/Langkat.Air itu muncul dari dalam tanah—jernih dan bisa langsung digunakan. Sesuatu yang selama ini tidak selalu mereka miliki.
Selama bertahun-tahun, warga hidup dengan sumber air yang tak menentu. Saat hujan, air berubah keruh. Ketika kemarau datang, debitnya menyusut drastis. Untuk kebutuhan dasar, warga kerap dipaksa beradaptasi dengan kondisi yang jauh dari ideal.
Masalah klasik, yang terus berulang.
Melalui TMMD ke-128, lima titik sumur bor dibangun di desa ini. Program ini menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD sekaligus program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dalam mendorong pembangunan di wilayah pedesaan.
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Kami berupaya menghadirkan solusi yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Komandan Satgas TMMD ke-128, Letkol Inf Medwin Sangkakala,Senin 04 Mei 2026.
Di lapangan, perubahan langsung terasa. Warga tak lagi harus berjalan jauh atau menunggu kondisi air membaik. Aktivitas sehari-hari menjadi lebih efisien, sementara risiko kesehatan akibat air yang tidak layak mulai berkurang.
“Sekarang sudah sangat terbantu. Dulu kami kesulitan, apalagi saat kemarau,” kata Leni, warga setempat.
Namun, kehadiran sumur bor ini juga membuka pertanyaan yang lebih luas. Mengapa akses air bersih—kebutuhan paling dasar—baru bisa dirasakan sekarang?
Di banyak wilayah pedesaan, persoalan serupa masih terjadi. Infrastruktur air bersih belum sepenuhnya merata, membuat masyarakat bertahan dengan sumber air yang terbatas.
Program TMMD hadir sebagai solusi cepat—membuka akses, menjawab kebutuhan, dan memberi dampak langsung. Tapi di sisi lain, ia juga menjadi penanda bahwa pekerjaan besar dalam pemerataan layanan dasar masih berlangsung.
Di Pasar Rawa, air kini benar-benar mengalir. Bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa disentuh setiap hari.
Setelah belasan tahun menunggu, warga akhirnya tak lagi bertanya kapan air bersih datang. Kini, pertanyaannya bergeser: apakah akses ini akan terus terjaga di masa depan.(red)











